Inilah Sederet Keutamaan Haji Akbar Tahun 2022

0
56
UMAT muslim dibelahan dunia tengah melaksanakan ibadah haji di depan Kabah di Masjidil Haram Makkah Al-Mukaramah.* Jejep/KC

Laporan-Wartawan Kabar Cirebon-Jejep Falahul Alam

SETIAP tahunnya umat Islam di berbagai belahan dunia memperingati Hari Raya Iduladha dengan membeli hewan kurban baik itu sapi, kambing untuk disembelih dan dibagikan kepada yang membutuhkan. Ritual tahunan ini bermula dari kisah Nabi Ibrahim yang diperintahkan Allah untuk menyembelih putranya Ismail sebagai ujian keimanannya.

Untuk tahun ini Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama (Kemenag) RI telah menetapkan secara resmi awal Dzulhijjah pada Jumat (1/7/2022). Dengan begitu, Hari Raya Iduladha jatuh pada Minggu (10/7/2022). Keputusann itu berdasarkan hasil sidang isbat, Rabu 29 Juni 2022 kemarin. Keputusan terkait penetapan itu, setelah mempertimbangkan hasil hisab posisi hilal dan laporan rukyatul hilal. Dari 86 titik di 34 provinsi pemantauan hilal, tak ada satu pun yang melaporkan telah melihat hilal. Akan tetapi keputusan itu berbeda dengan Kerajaan Arab Saudi.

Mengutip dari kantor berita resmi Arab Saudi, Saudi Press Agency (SPA), Arab Saudi sendiri merayakan hari pertama Iduladha pada 9 Juli setelah observatorium Tamir melihat penampakan bulan sabit. Sehingga ibadah haji akan dimulai pada 6 Juli hingga 10 Juli, dengan Hari Arafah jatuh pada Jumat 8 Juli 2022 M atau 9 Dzulhijjah 1443 H. Maka jika keputusan Wukuf di Arafah pada hari Jumat disebut dengan Haji Akbar. Banyak sekali keutamaan dan keistimewaan bagi seseorang umat Islam yang melaksanakan ibadah pada haji akbar.

Tentunya ini dapat meningkatkan semangat beribadah bagi seluruh jemaah haji di seluruh dunia, khususnya jemaah haji Indonesia. Sedangkan tradisi negara Arab Saudi jika haji akbar dilaksanakan, saling memberi hadiah satu sama lain, sebagai ungkapan rasa syukur atas dipertemukannya dengan haji akbar. Karena kondisi semacam ini jarang terjadi bisa belasan tahun atau puluhan tahun. Mengenai salah satu keistimewaanya ibadah haji pada haji akbar setara dengan ibadah haji 70 kali.  

Baca Juga  KNPI Majalengka Desak Pemkab dan DPRD Buat Perda Ketenagakerjaan

Tim Pembimbing Ibadah Haji Indonesia (TPIHI) Kloter 11 Jakarta-Bekasi (JKS) Kabupaten Majalengka, KH Faizal Fikri menuturkan, tradisi umat Islam yang menyebutkan tentang haji akbar, mengenai dalilnya itu masih terjadi perdebatan di kalangan para alim ulama. Kendati demikian, lanjut Dosen UIN Bandung ini, kita umat Islam mengambil hikmah dari faedah haji akbar itu sendiri.

Menurutnya, dari keterangan yang dimiliki dari sahabat Nabi Muhamad Saw, Ibnu Abas Said bin Musayad bahwasanya keutamaan haji akbar itu jatuhnya pada hari Arofah. “Barang siapa melaksanakan haji akbar itu setara dengan ibadah haji selama 70 kali,” ujar Pengasuh Pondok Pesantren Az-Zakiyah Kabupaten Bandung ini.

Mengenai keutamaan lainnya, lanjut dia, saat jemaah haji berkumpul di Padang Arafah itu akan mendapatkan ampunan dari Allah Swt tanpa perantaraan. “Ibadahnya haji ini kian mulia, karena bertepatan dengan paling utamanya hari dalam seminggu, yakni hari Jumat,” jelasnya.

Haji akbar juga, sambung dia, itu menyamai wukufnya baginda Nabi Muhammad Saw saat melaksanakan haji wada (perpisahan). Wukuf Arafah di hari apa pun selain Jumat tidak lebih mabrur ibadahnya. Tahun ini ibadah haji sangat istimewa karena hari Jumat itu sebagai sayyidul ayyam atau pemimpin hari-hari lainnya. Dan Rasulullah juga wukufnya pas hari Jumat. Jadi istilah haji akbar itu sebetulnya menggambarkan hari wukuf sudah spesial ibadahnya, apalagi kalau wukuf di hari Jumat.

“Hari Jumat itu sudah banyak memiliki keutamaan, karena orang wukuf pada hari itu berarti dilipatgandakan sesuai dengan amaliah kemuliaan di hari Jumat itu.

Banyak keutamaan

Menurut dia, sesungguhnya wukuf pada hari apa pun merupakan ibadah akbar karena inti dari ibadah haji itu adalah wukuf. Namun demikian, jangan membedakan haji yang wukuf di hari lain itu tidak lebih mabrur dibandingkan hari Jumat.

Baca Juga  Dorong Peningkatan Produktivitas Pertanian, Petani Dambakan Embung Permanen

“Bukan itu artinya. Tapi hari Jumat itu banyak keutamaan, dan kita diberi kesempatan itu harus menggunakan kesempatan hari banyak beribadah kepada Allah Swt. “Perbanyak baca salawat, karena doa kita pasti dikabulkan Allah Swt,” sarannya.

Konsultan Pembimbing Ibadah Daerah Kerja (Daker) Makkah, Aswadi menambahkan, hari Jumat merupakan hari yang istimewa, karena Allah memuliakan umat Muhammad dengan hari Jumat, dan itu tidak diberikan kepada umat nabi terdahulu. Pada hari Jumat ini terdapat lima keutamaan. Di mana Allah SWT menciptakan Nabi Adam dan mengeluarkannya dari surga ke bumi pada hari Jumat. Lalu pada hari Jumat pula Nabi Adam wafat. Kemudian di dalam hari Jumat juga terdapat waktu yang tiada seorang hamba meminta sesuatu di dalamnya kecuali Allah mengabulkan permintaannya, selama tidak meminta dosa atau memutus tali silaturahim.

“Hari kiamat juga itu terjadi pada hari Jumat. Tiada malaikat yang didekatkan di sisi Allah, langit, bumi, angin, gunung dan batu kecuali ia khawatir terjadinya kiamat saat hari Jumat,” kata dia kepada wartawan yang tergabung dalam Media Center Haji 2022.

Menurutnya, di kalangan Hanafiyyah menilai Wuquf di Arafah bertepatan dengan hari jumah memiliki keistimewaan 70 haji. Diampuni setiap individu yang berkumpul di Padang Arafah dengan tanpa perantaraan, mereka berkata, “Lebih utamanya hari adalah hari Arafah bila bertepatan dengan hari Jumat, ia lebih utama ketimbang 70 haji di hari selainnya,” tukasnya.

Sedangkan kalangan Syafiiyyah, lanjutnya, dikatakan jika hari Arafah jatuh pada hari Jumat maka seluruh yang berkumpul di Padang Arafah akan mendapat ampunan dari Allah dengan tanpa perantaraan. Dan bila selain hari Jumat dengan perantaraan, artinya ampunan Allah diperantarakan yang jelek dari penghuni Arafah diberikan pada yang baiknya penghuni Arafah.

Baca Juga  Pemburu Durian Mulai Berdatangan ke Kecamatan Sindangwangi, Saatnya Makan Durian Sepuasnya

Pelaksanaan haji yang jatuh pada hari Jumat pun memiliki keistimewaan. Pasalnya, hari Jumat merupakan sayyidul ayyam. Ia mengatakan, Jumat adalah hari istimewa karena Allah umat Nabi Muhammad dengan hari Jumat yang tidak diberikan pada umat nabi terdahulu. Sementara itu, keistimewaan hari Jumat bagi umat Muslim yakni diampuni dosa-dosanya.

Anggota DPR RI Komisi VIII KH Maman Imanuhaq, yang salah satunya membidangi masalah haji menuturkan, saat ini tanda pelaksanaan haji akbar sudah terlihat ketika dirinya mendengar Imam Masjidil Haram membacakan surat Al-Fajr pada saat waktu isya. Jika ditafsirkan itu sudah tanggal 1 Dzulhijjah 1443.

“Di sini disunahkan berpuasa dan alhamdulilah saya saat ini berpuasa. Termasuk nanti di Tower Zamzam itu akan kehilauan warna hijau yang menyinarinya, sehingga kita bisa melihat waktu setiap harinya, hingga ke puncak ibadah haji,” tutur Kang Maman saat mengisi kultum shalat duhur di musala maktab 505 Misfalah.

Disinggung mengenai perbedaan hari raya Iduladha 1443 H ini, menuturnya hal itu tak bisa dihindarkan. Kendati demikian, lanjut dia, pihaknya berharap umat harus Islam saling menghormati meski perbedaan ini. Perbedaan sejatinya tak membuat kegalauan di kalangan umat Islam, untuk saling menafikan satu sama lain. Tak hanya itu, dirinya juga menekankan yang terpenting makna Iduladha yakni meningkatkan ketakwaan kepada Allah Swt.

Menurut dia, seharusnya perbedaan perayaan Iduladha 1443 H di tengah masyarakat saat ini sudah diterima secara dewasa. Bahkan masyarakat pada umumnya sudah tidak lagi menyoal perbedaan perayaan hari-hari besar umat Islam. Sehingga tidak ada larangan bagi masyarakat dalam memilih mengikuti perayaan Iduladha, baik dari Pemerintah maupun ormas lainya. Dirinya hanya meminta masyarakat terus saling pengertian dan menghargai antara semua pihak.***