Antisipasi PMK, Vaksinasi Prioritaskan Sapi Pembibitan

0
37
PETERNAK tengah memberi pakan hewan peliharaannya di Desa Cijurey, Kecamatan Panyingkiran, Kabupaten Majalengka.*Tati/KC

KABARCIREBON- Pemberian vaksinasi di Kabupaten Majalengka diprioritaskan bagi sapi-sapi pembibitan atau sapi induk untuk menjaga kesehatan induk dan anak sapi.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kabupaten Majalengka, Iman Firmansyah didampingi stafnya Muflih, mengungkapkan, vaksinasi untuk hewan ternak ini memanfaatkan bantuan vaksin dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebanyak 1.700 dosis vaksin pada akhir pekan kemarin dan saat ini sebagian dosis vaksin telah dipergunakan untuk sapi-sapi induk.

“Alokasi  1.700 dosis vaksin ini diperuntukan bagi ternak sapi. Karena yang paling rentan terpapar penyakit mulut dan kuku (PMK) adalah sapi,” kata Muflih.

Menurutnya, vaksin sudah mulai distribusikan sejak Sabtu (25/6/2022)  melalui  Balai Penyuluhan Pertanian Terpadu (BPPT) di setiap kecamatan. Selanjutnya dokter hewan setempat, melakukan penyuntikan terhadap sapi di wilayah masing-masing.

Ia menyampaikan, vaksinasi untuk sapi ini setiap harinya diperkirakan mencapai 150-200 dosis. Pelaksanaan diharapkan bisa selesai selama 4 hari. Sehingga diharapkan kekebalan sapi terhadap penyakit akan lebih kuat.

“Kami targetkan pada Rabu, (29/6/2022) vaksinasi   tahap awal untuk sapi jenis pembibitan selesai dilaksanakan. Setelah itu menyasar sapi perah dan sapi potong,” katanya.

Iman mengemukakan, untuk pelaksanaan vaksinasi pihaknya membentuk  tujuh tim dokter hewan. Mereka setiap hari  keliling ke desa-desa mendatangi peternak.

“Mereka juga bekerja  didampingi tenaga teknis yang bertugas melakukan pencatatan hasil pelaksanaan vaksinasi,” ujarnya.

Kemudian sebagai langkah antisipasi terjadinya penularan atau serangan penyakit terhadap hewan ternak, pihaknya mengimbau peternak sapi untuk segera melaporkan kasus yang dialaminya ke DKP3 Kabupaten Majalengka untuk segera ditangani.

“Selama ini  kasus PMK di  Majalengka hanya terjadi dua kasus dan saat ini sudah dinyatakan sembuh. Kasus yang melanda dua ekor sapi tersebut berasal dari Jawa yang tidak sempat terdeteksi. Namun begitu kasus terjadi di banyak daerah, kami segera membentuk posko pengaduan di samping menolak sapi kiriman dari luar serta menjaga perbatasan, untuk menghindari adanya sapi kiriman dari luar, terutama dari daerah penularan,”tuturnya.(Tati)

Baca Juga  Lima Kapolsek dan Kasat Sabhara Dimutasi