Pedagang Migor Belum Miliki Aplikasi Peduli Lindungi, Pembeli Bisa Tunjukan NIK

0
38

KABARCIREBON- Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Majalengka belum mendapat surat pemberitahuan secara resmi  pemberlakuan aplikasi Peduli Lindungi, untuk pembelian minyak goreng (migor) curah, dengan harga Rp 14.000 per kg.

“Kami belum ada surat resmi dari pemerintah pusat menyangkut pembelian minyak goreng dengan aplikasi Peduli Lindungi ataupun ada zoom yang mensosialisasilan persoalan tersebut. Biasanya ada zoom jika ada persoalan baru yang harus segera diberlakukan atau disosialisasikan kepada masyarakat,” kata Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Majalengka Aeron randi.

Menurutnya, jika  program ini telah diumumkan pemerintah pusat, maka di daerah bisa langsung diberlakukan tanpa harus melalui sosialisasi. Sehingga OPD bisa langsung memantau pelaksanaan sambil sosialisasi.

Ia mengemukakan, saat ini aplikasi Peluli Lindungi belum dimiliki para pedagang. Sehingga jika konsumen ingin membeli minyak goreng curah dengan harga Rp 14.000, maka untuk sementara bisa dengan menunjukan Nomor Induk Kependudukan (NIK).

Aeron menyampaikan, sementara ini banyak konsumen yang belum paham dengan penggunaan android dan tidak semua pengguna android juga memahami aplikasi yang dimaksud pemerintah. Begitu pula dengan pedagang minyak goreng di pasar tradisional.

“Hanya dari hasil pemantauan staf saya tadi, katanya ada yang mencoba aplikasi tersebut di Pasar Kadipaten,” ujarnya.

Menurutnya, cara untuk mendapatkan minyak goreng curah seharga Rp 14.000 per kg melalui aplikasi Peduli Lindungi yakni konsumen mendatangi pedagang yang menyediakan minyak goreng curah rakyat  (MGCR), kemudian melakukan scan QR Code yang ada di toko dengan aplikasi Peduli Lindungi. Apabila aplikasi berhasil atau menunjukan warna hijau maka bisa melanjutkan pembelian minyak dengan harga Rp 14.000 per kg. Sebaliknya jika tidak berhasil maka tidak bisa melakukan pembelian dengan harga tersebut.

Baca Juga  Pemkab Siapkan Rp 45 Miliar, Antisipasi Lonjakan Covid-19 Gelombang Tiga

Aeron mengaku, saat ini pengecer resmi yang menyediakan program tersebut juga belum tersedia dan terdata.

“Ini kan program jadi ya pasti langsung pedagang dan distributor di pasar,” ujarnya.(Tati)