Dampak Kemarau Basah, Petani Dibolehkan Memulai MT 3

0
42
BURUH tani menanam padi di area pesawahan di Desa Pakubeureum, Kecamatan Kertajati, Kabupaten Majalengka beberapa waktu lalu.*Tati/KC

KABARCIREBON- Petani di sejumlah wilayah yang sudah melakukan panen musim tanam (MT) 2 dibolehkan untuk memulai MT  3 secepatnya. Agar tanaman bisa tetap mendapat pasokan air.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan Kabupaten Majalengka, Iman Firmansyah, mengungkapkan, dibolehkannya melakukan tanam, karena tahun ini terjadi kemarau basah  sebagai dampak dari La Nina. Sehingga ketersediaan air diperkirakan bakal mencukupi.

Menurutnya, proses pengolahan lahan dan tanam harus dilakukan lebih cepat. Setelah panen, persemaian segera di buat dan lahan segera diolah. Hal ini untuk mengejar curah hujan serta ketersediaan air di saluran Irigasi.

“Untuk beberapa wilayah yang menggunakan pengairan teknis akan lebih aman, karena pasokan air tersedia dalam jumlah cukup,” katanya.

Kemudian lanjutnya,  tanaman padi setelah usia 2 bulan tidak banyak membutuhkan genangan air terlalu banyak, atau hanya dalam kondisi basah. Untuk itu, dari curah hujan yang adapun diperkirakan masih cukup untuk mengairi sawah.

Namun dia menyarankan, untuk sawah tadah hujan sebaiknya tidak berspekulasi terlalu tinggi, walaupun curah hujan hingga Agustus berdasarkan prakiraan cuaca yang disampaikan BMKG masih ada. Sebaiknya petani bisa menanami areal sawahnya dengan tanaman palawija, sekaligus penyegaran tanah agar tidak jenuh.

“Palawija bisa dilakukan dengan menanam jagung, kacang hijau, mentimun suri atau semangka yang nilai ekonominya juga tinggi serta pasarnya mudah,” katanya.

Iman menyampaikan, pihaknya sudah melakukan pemetaan wilayah  yang dibolehkan melakukan tanam padi hingga empat atau tiga kali tanam dan sudah disebar ke semua Balai Penyuluh Pertanian (BPP) untuk dipedomani.

Disebutkannya, untuk wilayah yang masuk dalam Indek Pertanaman (IP) tiga dan empat, di antaranya adalah, sebagian wilayah Kecamatan Leuwimunding, Rajagaluh, Maja, Talaga dan Cikijing. Untuk wilayah-wilayah tersebut, ketersediaan air mencukupi serta pupuk juga telah disiapkan hingga IP empat.

Baca Juga  Di Masa PSBM, Kasus Positif Covid-19 Terus Melonjak

“Untuk yang tanam padi, kami akan mengawal dengan baik, mulai ketersediaan pupuk, kemungkinan adanya serangan hama dan bibit,” katanya.(Tati)