Terkendala Keterbatasan Anggaran, Ratusan PUS Belum Dapatkan Pelayanan KB Gratis

0
25
BUPATI H Karna Sobahi tengah berbincang dengan calon akseptor KB yang akan menjalani operasi, di Gedung Islamic Centre Majalengka.*Tati/KC

KABARCIREBON- Sebanyak 100 lebih pasangan usia subur (PUS) di Kabupaten Majalengka, belum  bisa diberi pelayanan ber KB lewat metoda operasi wanita (MOW) dan metoda operasi pria (MOP) sesuai permintaannya. Karena keterbatasan anggaran di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Majalengka.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan KB, Kabupaten Majalengka, Nasrudin,  Rabu (22/6/2022) mengungkapkan, masih ada lima kecamatan yang belum bisa diberikan pelayanan MOW dan MOP, karena kuota  pelayanan KB yang diberikan pemerintah pusat telah  habis. Sementara anggaran dari APBD Kabupaten tidak tersedia.

Menurutnya, tahun ini Pemkab Majalengka tidak bisa memberikan bantuan sosial bagi para peserta KB MOP untuk membiayai hidup mereka selama belum bisa kembali bekerja usai menjalani operasi. Kondisi ini akibat anggaran yang terbatas  terkena refocusing.

“Anggaran terus terkena refocusing. Dulu bagi peserta KB MOP kami berikan bantuan biaya hidup masing-masing sebesar Rp 500.000,  untuk mengganti selama beberapa hari mereka tidak bisa bekerja. Kini uang tidak tersedia,” tuturnya.

Ia menyampaikan, pada momentum Hari Keluarga Nasional, pemerintah pusat memberikan kuota bagi Kabupaten Majalengka untuk MOW sebanyak 215 orang dan MOP 15 orang. Namun ternyata pendaftar jauh lebih banyak dari kuota yang tersedia.

Menurut Nasrudin, membludaknya pemohon ber KB lewat  MOP dan MOW ini, karena pelayanan yang diberikan gratis dan metoda KB tersebut  dinilai efektif.

Ia mengemukakan, jika ber KB dengan metoda tersebut atas inisiatif sendiri datang ke rumah sakit biayanya cukup mahal. Sementara kebanyakan yang warga yang saat ini mengikuti KB, adalah dari kelompok menengah ke bawah dengan rata-rata kepemilikan anak 2 hingga 3 orang bahkan lebih.(Tati)