Taman Tjimanoek, Wujud Sinergi Pemerintah dan Polytama dalam Memajukan Daerah

0
35
SUASANA di Taman Tjimanoek Indramayu, Rabu (22/6/2022).*Ist/KC

KABARCIREBON Ekoriparian Sungai Tjimanoek, merupakan program sinergi yang digagas oleh Polytama sebagai komitmen perusahaan dalam revitalisasi fungsi sungai. Program ini mendapatkan dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indramayu.   

Keberadaan Taman Sungai Tjimanoek menjadi salah satu ikon Indramayu dan menjadi penanda bagaimana perlunya kolaborasi antara pemerintah dan perusahaan dalam membangun komitmen bersama untuk kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakatnya. Taman Sungai Tjimanoek dibangun dengan konsep natural modern, yang memanfaatkan alur Sungai Cimanuk yang mengalir ke jantung kota Indramayu. Taman ini memadukan pertimbangan estetika dengan penataan kota modern yang mengedepankan konsep hijau, asri dan artistik.  

Lokasinya sangat strategis, mudah dijangkau, dan selama ini menjadi salah satu tempat rekreasi atau tongkrongan masyarakat Indramayu sebagai wisata kota.

Penataan Taman Tjimanoek yang estetis dan artistik ini berkat campur tangan kepedulian Polytama, sebagai perusahaan yang berokasi di Kabupaten Indramayu. Polytama menggulirkan dana CSR untuk menjadikan bantaran Sungai Tjimanoek menjadi sebuah taman yang indah dan asri.

Dimulai  pada 2021 , pandemi Covid 19 tidak menjadi kendala bagi perusahaan petrokimia penghasil polipropilena terkemuka di tanah air itu untuk mewujudkan komitmen terhadap lingkungan.  

Kini Taman Tjimanoek telah disulap menjadi tempat wisata kota yang menarik. Daerah penghijauan dengan lukisan mural para seniman Indramayu yang memiliki cerita sejarah kebudayaan daerah serta sejumlah ornamen yang menambah suasana estetik dan artistik.

Komitmen Polytama bertemu dengan gagasan Bupati Indramayu, Nina Agustina yang ingin mengembalikan tepian Sungai Cimanuk di dalam kota, tidak hanya menjadi paru-paru penghasil oksigen, sekaligus juga menjadi pusat wisata kota.  

Gagasan Bupati Nina ini sejalan dengan keinginan para seniman dan budayawan Indramayu yang menginginkan agar Sungai Cimanuk, tidak saja dijadikan simptom geografis, tetapi juga dieksploitasi khasanah artistik atau estetisnya.

Polytama melihat peluang tersebut untuk mewujudkan komitmennya dalam berkontribusi memajukan daerah serta menyejahterakan masyarakat.   

Taman Tjimanoek tidak hanya sebagai tempat wisata warga lokal, tetapi juga dari luar daerah. Keberadaan Taman Tjimanoek juga diakui secara nasional sebagai Ekoriparian oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) RI.  

General Manager Polytama, Dwinanto Kurniawan mengungkapkan, Taman Tjimanoek dan Taman Kehati, merupakan bagian dari komitmen perusahaannya dalam kepedulian sosial dan lingkungan.  

Hingga Polytama sukses meraih proper emas di 2020 dan 2021. Hal ini merupakan wujud perusahaan dalam meningkatkan peran serta kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

“Polytama berencana akan memperluas cakupan program-program pemberdayaan masyarakat sekitar, termasuk berpartisipasi dalam memajukan daerah tempat perusahaan berada,” katanya.(Ratno)