Menggemparkan, Fathir Diduga Disunat secara Gaib 

0
30
FATHIR Arvi Maulana (6 tahun) warga Blok Blok Cimoyan, Desa Pagandon,  Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Majalengka tiba tiba diketahui telah disunat, pada Rabu (21/6/2022).*Tati/KC

KABARCIREBON –Fathir Arvi Maulana (6 tahun) anak pasangan Dede Sumiati (41 tahun) dan Asep Hendra (45 tahun) warga Blok Cimoyan, Dusun 1 RT 1 RW 3, Desa Pagandon,  Kecamatan Kadipaten, tiba tiba diketahui telah disunat pada Rabu (21/6/2022).

Padahal orang tuanya belum pernah menyunati anaknya itu. Hingga akhirnya ramai tersiar kabar, Fathir telah disunat secara gaib. 

Dede Sumiati mengungkapkan, saat peristiwa terjadi,  dirinya tengah berjualan di pasar malam bersama suaminya. Tiba-tiba anaknya yang sedang bermain game di HP, berpamitan untuk buang air kecil. Kemudian pergi ke sebuah gang yang sedikit jauh dari tempat berdagang. Semula Fathin akan diantar ibunya, namun melarang sehingga dibiarkan sendiri. 

Namun saat kembali ke tempat berjualan, anaknya terus memegang celana bagian depan. Dede awalnya mengira kalau celana anaknya kotor dan basah terkena saat buang air kecil, namun ternyata tidak.

Ketika ditanya anaknya juga tidak bersedia menjelaskan apapun, hanya terus memegang bagian depan celananya. 

” Beberapa saat kemudian anak saya berkata kalau kemaluannya membengkak. Saya kaget kemudian dilihat sedikit merah dan bengkak layaknya orang habis disunat,” tuturnya.

Menurut Dede,  anaknya terbiasa buang air kecil di lokasi tersebut, hanya biasanya ditemaani. Sedangkan saat itu dia tidak mau ditemani, bahkan seolah mengusir. 

Melihat kejadian tersebut, Dede segera mengabari keluarganya, mengenai peristiwa yang menimpa anaknya tersebut serta melakukan konsultasi kepada ustad dan tokoh masyarakat di desanya. 

“Mungkin Allah menyayangi anak saya.  Dulu selalu bertanya kapan Fathir di sunat, jawabannya selalu setelah Lebaran. Perkataan itu dikabulkan walaupun melalui jalan lain,” katanya. 

Kini Dede dan Asep menerima takdir anaknya telah disunat. Ustad di desanya juga telah mengatakan bahwa anaknya sah disunat walaupun secara gaib. 

Tidak mungkin pula anaknya disunat dua kali, dengan kondisi kemaluan yang sudah seperti di sunat.(Tati)