Gelar RDK, Bawaslu Tingkatkan Kapasitas Pengelolaan Media Informasi

0
28
BAWASLU Kabupaten Indramayu menggelar RDK tentang “Jurnalis Milenial di Era Digital, Optimalisasi Pembuatan Berita Bawaslu Menuju Pemilu 2024, di Sekretariat Sentra Gakkumdu, Selasa (21/6/2022).* Ist/KC

KABARCIREBON Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Indramayu menggelar rapat dalam kantor (RDK) tentang “Jurnalis Milenial di Era Digital, Optimalisasi Pembuatan Berita Bawaslu Menuju Pemilu Tahun 2024”, di Sekretariat Sentra Penegakkan Hukum Terpadu (Gakkumdu) Kabupaten Indramayu, Selasa (21/6/2021).

Divisi Hukum, Humas dan Hubungan Lembaga Bawaslu Kabupaten Indramayu, Chaidar, mengungkapkan, kegiatan ini dilaksanakan untuk meningkatkan kapasitas Sekretariat Bawaslu Kabupaten Indramayu dan beberapa instansi pemerintah serta swasta, yang membidangi kehumasan dalam pengelolaan media informasi. Terutama untuk menangkal berita palsu atau bohong serta fakta yang diplintir atau direkayasa (hoaks).

“Teman-teman harus mengetahui, penyampaian informasi dalam penanggulangan berita hoaks itu, menjadi salah satu domain kita bersama dalam melakukan pengawasan,” katanya.

Menurutnya, keterbukaan informasi menjadi wujud semangat Bawaslu dan instansi lainnya, dalam melaksanakan kewajiban terkait penyampaian informasi publik yang telah diamanatkan oleh undang-undang. Termasuk untuk menyukseskan pengawasan Pemilu 2024.

“Kita salah satu media penyelenggara yang memiliki tanggung vjawab terhadap penyelenggaraan pemerintahan ini, harus senantiasa memiliki infomasi yang prima terkait pelaksanaan Pemilu 2024,” katanya.

Koordinator Divisi (Kordiv) Penanganan Pelanggaran Bawaslu Provinsi Jawa Barat Sutarno, menyambut baik kegiatan RDK.     

Menurutnya, beranjak dari kegiatan ini Bawaslu dan instansi lainnya dalam mengelola informasi diupayakan untuk mencari hal-hal menarik yang dapat diekspos.

Kemudian dalam penyajiannya informasi, harus memperhatikan kepercayaan pembaca untuk menampik semua pemberitaan yang negatif dalam pelaksanaan pengawasan Pemilu 2024.

“Pemilu ini sering kita sebut pesta demokrasi, karena semua orang bahagia, semua orang menantikan. Bukan kemudian seram, mengerikan, menegangkan penuh dengan konflik. Bagaimana berita-berita yang tidak sebenarnya ini bisa kita buat dan sampaikan dengan baik,” katanya.

Ia mengemukakan, melalui kegiatan RDK ini anggota Bawaslu dan stakeholder lainnya diharapkan bisa saling berkoordinasi, untuk menyampaikan konten mengenai tahapan pengawasan pemilu di media sosial dan menyajikan berita yang lebih baik. Untuk kemudian bisa disukai oleh pembaca dan secara langsung meminimalisir terjadinya konflik pada tahapan pemilu.

“Saya berharap bisa secara apik dan efektif dari Bawaslu serta instansi lainnya di Indramayu, menyampaikan berita-berita terkait penyelenggaraan pemilu dengan pendekatan yang humanis, enak dibaca, enak dipahami. Tidak kemudian menimbulkan atau memunculkan konflik,” tuturnya.(Ratno)