BPBD Targetkan 15 Desatan Terbentuk Tahun Ini

0
21
Penata Kebencanaan Analis Ahli Muda BPBD, Juwanda.*

Kabar Cirebon-Online Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cirebon kembali melakukan kegiatan pelatihan penanganan bencana di desa yang sudah terbentuk sebagai Desa Tangguh Bencana (Desatan). 

Hal tersebut dilakukan setelah dua tahun lebih vakum yang diakibatkan Pandemi Covid-19.  Kalak BPBD Kabupaten Cirebon, Alex Suheriyawan melalui Penata Kebencanaan Analis Ahli Muda BPBD, Juwanda, mengatakan, pihaknya telah menargetkan 15 Desatana terbentuk pada tahun ini.

Menurutnya pembentukannya sendiri memprioritaskan desa-desa yang rentan terjadi bencana.  “Setiap minggu kita targetkan dua desa terbentuk desatana. Untuk minggu ini ada dua desa di Kecamatan Arjawinangun yang sudah terbentuk. Tapi yang membentuknya adalah pemdes setempat, BPBD hanya memberikan pelatihan dan simulasi saja, ” kataJuwanda. 

Juwanda memgungkapka n ke depan pembentukan Destana akan dilakukan di semua desa di Kabupaten Cirebon. Sebab Ia mengakui, pembentukan Destana di Kabupaten Cirebon sempat vakum selama dua tahun akibat pandemi Covid-19. Kondisi tersebut, membuat target pembentukan Destana terhambat. 

“Kami targetkan semua desa bisa terbentuk Destana, namun tahun ini 15 Destana, tahun depan juga 15 Destana, terus sampai terbentuk destana di semua desa di Kabupaten Cirebon. Tapi saat ini kita prioritaskan desa-desa yang rentan bencana terlebih dahulu,” ujarnya.

Sebelumnya, BPBD Kabupaten Cirebon menggelar pelatihan penanganan bencana di Balai Desa Tegalgubug Lor Kecamatan Arjawinangun. Desa tersebut mendapat prioritas, mengingat Desa Tegalgubug Lor termasuk daerah rawan banjir saat musim hujan tiba. 

Kuwu Desa Tegalgubug Lor, Dodo Widodo, mengatakan, pelatihan dan simulasi penanganan bencana akan berlangsung selama lima hari. Menurut Dodo, kegiatan tersebut sangat bermanfaat sebagai langkah penanganan awal jika terjadi banjir di daerahnya.

 “Masyarakat kami baru kali ini bisa mengetahui cara antisipasi bencana, memang ini sangat bermanfaat,” ujar Dodo. 

Sementara itu, fasilitator BPBD Kabupaten Cirebon, Rinaldi Indra menyampaikan, pelatihan penanganan bencana di Desa Tegalgubug Lor sebagai Destana memang perlu dilakukan. Pasalnya, di Desa Tegalgubug Lor sering terjadi banjir terlebih ketika hujan melanda wilayah tersebut. 

“Pelatihan yang kita berikan berupa materi dan praktek. Kita memberikan materi terkait pra bencana dan tanggap daruratnya hingga pasca bencana,” katanya. 

Selain itu, kata Rinaldi, dalam pelatihan tersebut  ada simulasi evakuasi, simulasi penanganan bencana tim koordinasi posko hingga simulasi riil bencana. “Kita berikan edukasi, evaluasi mandiri bagaimana menyelamatkan korban, hingga bagaimana cara membuat tenda juga,” katanya.(Iwan/KC)