Banyak Pelanggar Lalu Lintas Terjaring Operasi Patuh Lodaya

0
27
ANGGOTA Satlantas Polres Majalengka tengah melakukan pemeriksaan surat-surat kendaraan terhadap pengendara yang melintas di ruas Jalan Abdul Halim, pada Operasi Patuh Lodaya 2022, Rabu (22/6/2022).*Tati/KC

KABARCIREBON- Banyak pengendara kendaraan bermotor yang masih melakukan pelanggaran lalu lintas serta tidak mengetahui adanya Operasi Patuh Lodaya yang kini tengah digelar kepolisian, sehingga mereka terjaring razia.

Salah satunya dialami Robi, pengemudi minibus asal Kabupaten Kuningan yang hendak ke Jakarta membawa hampir 15 orang penumpang. Padahal kendaraan tersebut hanya berkapasitas 8 orang dan itupun sudah cukup sesak.

“Mau kondangan ke Jakarta, jadi ya biasa duduk berdesakan,” kata Robi saat terjaring operasi, Rabu, (22/6/2022).

Dia mengaku tidak mengetahui adanya Operasi Patuh Lodaya, yang tengah digelar kepolisian. Sehingga tidak  mewaspadainya dan tidak menghindari jalur jalan dimana digelar operasi.

Hal yang sama juga disampaikan Pipin pengendara sepeda motor asal Majalengka, yang tidak membawa surat-surat kendaraan serta berboncengan dengan tidak mengenakan helm dengan alasan jarak dekat. Dia terpaksa diperingatkan untuk mengenakan helm dan menurunkan penumpangnya untuk naik kendaraan umum.

Kemudian  Dian, anak usia sekolah yang berboncengan mengendarai sepeda motor dan tidak seorangpun diantara mereka yang memakai helm serta tidak membawa  STNK dan SIM.

Sementara Dida terjaring operasi, karena  mengendarai mobil dengan SIM yang sudah tidak berlaku selama tiga tahun. Dia akan pergi ke Bandung mengantar keponakannya.

KBO Sat Lantas Polres Majalengka, Ipda Toni Martono mengungkapkan, Operasi Patuh Lodaya yang digelar di hari ke-20 di depan Alun-alun Majalengka, tidak memberikan tindakan tilang, namun hanya berupa tindakan teguran dan peringatan kepada para pelanggar lalu lintas.

Selain tindakan teguran, petugas juga memasang stiker pada kendaraan, agar semua pengendara bersedia mematuhi aturan berlalulintas. Pada stiker yang dipasangnya bertulis tujuh prioritas yang dilaksanakan pada Operasi Patuh Lodaya.

Di antaranya adalah melakukan tindakan terhadap pengendara yang melajukan kendaraan dengan kecepatan tinggi, tidak menggunakan sabuk pengaman, tidak memakai helm, berboncengan lebih dari satu orang, serta pengendara sepeda motor atau mobil di bawah umur.

“Operasi akan digelar hingga 26 Juni 2022, kami berharap masyarakat bisa mematuhi aturan. Bukan karena adanya operasi, namun ketaatan karena kebutuhan untuk menjaga keselamatan pengendara juga penumpang,” katanya.(Tati)