Wabah PMK di Wilayah Cirebon dan Kuningan Makin Menyebar, Penjualan Sapi Turun

0
29

KABARCIREBON – Wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) di wilayah Cirebon terus bertambah, sehingga imbasnya terhadap penjualan hewan qurban sapi terjadi penurunan signifikan.

Berdasarkan pantauan KC di Pasar Hewan Awirarangan, Kabupaten Kuningan, merebaknya wabah PMK memberikan dampak terhadap penjualan sapi. Biasanya menjelang Iduladha, para pedagang dapat menjualnya antara 16 – 18 ekor sapi. Namun saat ini turun menjadi 3 ekor sapi saja.

“Turun dratis. Sekarang penurunannya sangat terasa. Biasanya satu bulan menjelang Iduladha kami bisa menjual 16 ekor, namun kini turun menjadi 3 ekor sapi,” terang Sambas, penjual sapi di Pasar Hewan Awirarangan.

Berbeda dengan penjualan hewan kambing. Di pasar hewan itu penjualannya cenderung masih stabil.

“Sekalipun tepengaruh PMK tapi pembelinya masih ada. Pada saat ini saya masih bisa menjual antara 150 – 200 ekor kambing, atau sedikit menurun dari tahun-tahun sebelumnya yang rata-rata masih terjual sebanyak 210 ekor kambing,” ujar Heru Cahyo, pedagang hewan kambing.

Sementara Idun Wijaya, peternak sapi mengatakan, pasca mewabahnya PMK, harga sapi mengalami penurunan dari sebelumnya Rp 27 juta, kini menjadi Rp 24 juta per ekornya.

“Sangat bedampak lah, orang sekarang takut membeli sapi dikarenakan mungkun khawatir terlular. Namun, penularannya itu tidak akan terjadi pada manusia,” tutur Idun.

Idun menyatakan, imbas dari banyaknya masyarakat untuk tidak membeli hewan sapi, telah memberi pengaruh terhadap kerugian peternak sapi di daerahnya.

“Di sini peternaknya, pasca mewabahnya PMK tidak sedikit yang merugi. Namun, kami menjamin hewan-hawan sapi di daerah kami aman dari wabah PMK, karena sebelum masuknya virus-virus lain, kami telah antisipasi dengan obat-obatan dan vitamin lainnya,” papar Idun.

Sampai saat ini berdasar data Dinas Peternakan Kabupaten Kuningan, kasus wabah PMK di kabupaten tersebut mencapai 1.265. Dari jumlah, itu tersebar di 18 kecamatan Kabupaten Kuningan. Sementara di Kota Cirebon ada sebanyak 63 ekor sapi dinyatakan terinfeksi PMK. Dari jumlah itu, sebanyak 53 ekor dalam upaya pengobatan pemberian vitamin dan obat cacing, sebanyak 2 ekor dilakukan potong paksa dan 1 ekor mati dan 7 ekor sembuh.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKPPP) Kota Cirebon Yati Rochayati mengatakan, terakhir terjadi penambahan sebanyak 6 ekor sapi terinfeksi PMK.

“Pertambahan pada Senin kemarin itu ada 6 ekor sapi, sehingga total yang terinfeksi ada 63 ekor sapi,” katanya.Yati mengatakan, hingga kini terdapat 135 ekor sapi dengan kondisi sehat, dan untuk meminimalisir penyebaran PMK dalam setiap hari pihaknya melakukan penyemprotan disinfektan secara berkala.

“Kami terus melindungi sebanyak 135 sapi yang masih sehat agar tidak terlular PMK. Begitupun setiap hari petugas kami melakukan penyemprotan disinfektan pada sekitar kandangnya,” ujarnya.(Epih)