KKG Harus Jadi Mesin
Penggerak Guru Profesional

0
46

KABARCIREBON-
Salah satu upaya mendorong keberlangsungan tugas dan fungsi guru secara optimal, antara lain memfungsikan Kelompok Kerja Guru (KKG). KKG harus menjadi mesin penggerak sehingga seluruh tenaga pengajar memposisikan diri sebagai guru profesional.
“KKG ini dibentuk oleh para guru untuk menjadi media sharing di antara mereka. Mengacu pada referensi yang berlaku, KKG dibentuk dengan diarahkan untuk mencapai beberapa tujuan tertentu. Yakni, memperluas wawasan dan pengetahuan guru dalam berbagai hal, khususnya penguasaan substansi materi pembelajaran. Selain itu, penyusunan silabus, penyusunan bahan-bahan pembelajaran, strategi pembelajaran, metode pembelajaran, memaksimalkan pemakaian sarana/prasarana belajar, memanfaatkan sumber belajar, dan sebagainya,” papar Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab. Kuningan, H Uca Somantri, dalam acara peningkatan KKG SD, berlangsung di sebuah hotel berbintang di pantai selatan, Kabupaten Pangandaran, Jumat (10/6/2022).
Ditambahkan H Uca, pihaknya memberi kesempatan kepada setiap anggota untuk berbagi pengalaman serta saling memberikan bantuan dan umpan balik. Selain itu, meningkatkan pengetahuan dan keterampilan, serta mengadopsi pendekatan pembaharuan dalam pembelajaran yang lebih profesional. Termasuk memberdayakan dan membantu setiap anggota dalam melaksanakan tugas-tugas pembelajaran di sekolah, mengubah budaya kerja anggota dan mengembangkan profesionalisme guru melalui kegiatan-kegiatan pengembangan profesionalisme di tingkat KKG dan lain-lain.
“Namun kenyataan cukup memperlihatkan bahwa sampai saat ini masih ada sikap skeptis dari beberapa guru terhadap peran dan fungsi KKG itu sendiri dalam kontribusinya terhadap peningkatan kapasitas guru. Selama ini, masih ada anggapan bahwa, KKG merupakan organisasi dengan kiprah bersifat insidental semata. Pengurus dan anggotanya hanya bekerja intensif menjelang pelaksanaan evaluasi untuk menyusun soal yang akan diberikan terhadap siswa pada momen pelaksanaan evaluasi,” ujarnya.
Oleh sebab itu, tambah H Uca, pemikiran tersebut harus dipatahkan dengan menggerakkan organisasi ini agar menjadi sarana potensial yang dapat membawa guru untuk melakukan peningkatan kapasitas. Disadari atau tidak, organisasi ini memiliki begitu besar potensi dan energi yang dapat digerakkan untuk menjadi agen paling depan dalam pemajuan pendidikan, terutama memosisikan guru sebagai sosok profesional.
Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan SD, Rizal Arif Gunawan, menjelaskan, KKG adalah organisasi non struktural yang keberadaannya dibentuk berdasarkan Pedoman Dirjen Dikdasmen yang beredar sejak tahun 1991 dan dicetak ulang pada tahun 1993.
Namun sebenarnya, KKG telah ada sejak tahunn 1970-an. Wadah kegiatan guru ini pada dasarnya bertujuan menanggapi perkembangan Iptek yang menuntut penyesuaian dan pengembangan profesional guru. Melalui wadah ini, para guru berkomunikasi, berkonsultasi, dan saling berbagi informasi serta pengalaman.
“Peranan KKG dalam mengembangkan profesionalitas guru menjadi penting, sebagai wadah untuk mereform agar mampu menyiapkan peserta didik yang tangguh, kreatif, kritis dan terampil,” papar Rizal.(Emsul/KC)