525 Calon Haji Tidak Bisa Berangkat

0
30

Terbentur Usia dan Terganjal Kuota

KABARCIREBON-
Sekitar 54 persen jemaah calon haji asal Kabupaten Kuningan yang tidak diberangkatkan hanya bisa pasrah, karena adanya pembatasan kuota yang ditetapkan pemerintah Arab Saudi sehingga mereka harus menunggu pada musih haji tahun berikutnya.
Dampak dari pembatasan kuota jemaah haji tersebut, terbentur usia di atas 65 tahun dan perolehan nomor porsi terlalu tinggi sehingga sebanyak 525 orang tidak berangkat untuk menunaikan ibadah rukun Islam yang ke-lima ke tanah suci Mekah.
Mereka hanya bisa berharap untuk diprioritaskan dalam pemberangkatan haji tahun berikutnya. Sebab, mereka sempat tertunda selama dua tahun akibat terdampak pandemi Covid-19 dan kini terganjal kuota atas permintaan Pemerintah Arab Saudi.
“Walaupun sudah menunggu lama sekitar dua tahun tertunda akibat pandemi Covid-19, hingga kini belum bisa diberangkatkan. Karena, ada batasan usia dan nomor porsi. Dalam hal ini, saya hanya bisa pasrah, karena ini adalah aturan yang harus kita taati. Semoga, yang lagi menunggu sekarang, dapat diprioritaskan untuk berangkat pada musim haji tahun mendatang,” kata salah seorang calon jemaah haji yang tidak berangkat tahun sekarang walau usianya di bawah 65 tahun asal Desa Kadugede, Rabu (8/6/2022).
Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Kab. Kuningan, H Mujayin, didampingi Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umroh (PHU), H Sadudin, mengungkapkan, sejek ada pembatasan jemahaan calon yang ditetapkan oleh Pemerintah Arab Saudi, pihaknya selalu berupaya agar seluruh jemahaan calon haji asal Kab. Kuningan diberangkat pada musim haji 1443 H/2022 M.
Namun demikian, meski usulan tersebut sempat sampaikan baik secara lisan maupun tulisan ke pemeritah pusat, aturan mengenenai pembatasan kuoto tidak bisa diubah sesuai ketentuan yang telah ditetapkan Pemerintah Arab Saudi.
“Dalam hal ini, kami juga mohon maaf pada jemaah calon haji asal Kuningan yang belum bisa diberangkatkan tahun sekarang. Semoga, musim haji tahun mendatang bagi yang sekarang terhalang kuota dapat diberangkatkan seluruhnya. Kami juga sejak awal menghendaki seluruhnya diberangkatkan, namun apalah daya mengingat dan menimbang atas ketentuan tersebut, maka kita harus mentaanti aturan dimaksud,” jelas Mujayin.
Menurut keterangan, kuota pemberangakatan haji tahun sekarang sebanyak 457 orang yang lunas BPIH kuota ini 451 orang dengan cadangan sebanyak 25 orang. Sedangkan jumlah keluar 4 orang, jumlah mutasi masuk 2 orang, kuota pembimbing KBIHU hanya satu orang.
Adapun jumlah jemaah Kuningan musim haji tahun 2022 sebanyak 456 orang. Jemaah calon haji asal Kuningan terbagi dalam dua kloter masing-masing kloter 9 berjumlah 404 jemaah ditambah 6 petugas jumlah seluruh menjadi 410 orang.
Mereka harus harus sudah sampai di Embarkasi Bekasi pada tanggal 9 Juni 2022 dengan nomor pesawat yang digunakan SV 5051. Jadwal kepulangan tanggal 21 Juli 2022, landing pukul 04.00 nomor penerbangan SV 5264.
Berikutnya kloter 42 berjumlah 52 orang yang bergabung dengan Kab. Bekasi, Bandung dan Indramayu. Harus udah sampai di Embarkasi Bekasi pada tanggal 30 Juni 2022 pukul 22.00 WIB, berangkat menuju Bandara Sutta pada tanggal 1 Juli pukul 14.25 WIB. Takeoff tanggal 1 Juli 2022 pukul 18.25 dan pesawat yang digunakan SV 5223 bergaung dengan jemaah Kab. Indramayu, Bekasi dan Kota bandung.
Adapun jadwal kepulangan tanggal 11 Agustus 2022, landing pukul 21.20 nomor penerbangan SV 5646. Jemaah calon haji kloter 8 dilepas Bupati H Acep Purnam di Terminal Type A Kecamatan Sindanagung, pukul 22.00.(Emsul/KC)