Bank Indonesia Terus Dorong Program Ekonomi Hijau dan Inklusif Keuangan Perbankan

0
35
Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil Secara Simbolis Membuka Ajang Karya Kreatif Jawa Barat (KKJ) dan Pekan Kerajinan Jawa Barat  (PKJ) di Trans  Hotel Convention Centre Bandung, Sabtu – Senin (14-16/5/2022). Epih/KC
Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil Secara Simbolis Membuka Ajang Karya Kreatif Jawa Barat (KKJ) dan Pekan Kerajinan Jawa Barat  (PKJ) di Trans  Hotel Convention Centre Bandung, Sabtu – Senin (14-16/5/2022). Epih/KC

KABARCIREBON-
Bank Indonesia (BI) akan terus mendorong pecepatan ekonomi setiap daerah di Jawa  Barat (Jabar) melalui program ekonomi hijau (green economy) dan inklusif keuangan.
BI juga telah mencatat pada triwulan ke-I tahun 2022 pertumbuhan ekonomi Jabar mencapai 5,61 persen.
Demikian disampaikan Deputi Gubernur Bank indonesia, Doni P.Joewono dalam ajang Karya Kreatif Jawa Barat (KKJ) dan Pekan Kerajinan Jawa Barat  (PKJ) di Trans  Hotel Convention Centre Bandung, Sabtu – Senin (14-16/5/2022).
“Kami akan terus mendorong, terlebih Wilayah Jabar ini merupakan salah satu Provinsi yang mendapat penghargaan tertinggi terkait penangan bencana dan pandemi, sehingga telah turur mendorong pertumbuhan ekonomi nasional dan keuangan digital. Selain menjadi provinsi terbaik dalam menbantu masyarakatnya ke luar dari masa pandemi,” ungkap Doni P.Joewono.
Deputi Gubernur Doni juga menyatakan dukungannya terhadap ajang KKJ. Terlebih ajang ini sebagai gerakan menggunakan produk daerah dan bangga berbusana Indonesia.
‘”Pada tahun 2021 ajang KKJ, PKJ masih bisa diselenggarakan sekali pun  dalam masa pandemi.Oleh karenanya, dengan tema ekonomi hijau dan keuangan inklusif pada ajang tahun 2022 ini, kita berharap dapat mempercepat ekonomi secara berkelanjutan,” tutur Deputi Gubernur.
Bank Indonesia, lanjut Debuti, akan terus mendorong percepatan ekonomi Jabar melalui program ekonomi hijau dan akses keuangan inklusif perbankan.
Di mana, dorongan yang disampaikannya tidak hanya guna menciptakan lingkungan masyarakatnya yang baik, mengurangi kemiskinan, juga inklusi sosial menjadi program BI dalam pengembangan UMKM hijau.
“Tentunya dengan dukungan semua pihak, mulai dari hulu sampai dengan hilir kita akan terus mensuportnya.Selain iti, Bank Indonesia sebagai aspek yang memiliki kebijakan, kepada perbankan yang bisa menyalurkan kreditnya ke sektor-sektor hijau, akan diberi sebuah insentif, ” papar Deputi Doni.
Gubernur Provinsi Jawa Barat, H.Ridwal Kamil mengungkapkan ,sesuai dengan arahan Presiden dari 40 persen  belanja pemerintah untuk produk UMKM. Sehingga dengan begitu, ini saatnya bagi kalangan UMKM untuk unjuk diri.
“Kami menyambut baik ajang yang diselenggarakan Bank Indonesia ini. Terlebih, Presiden juga telah mengarahkan dari 40 persen belanja pemerintah bagi produk UMKM. Kalau dari minimal 40 persennya itu sama dengan sebesar Rp 160 triliun dari Rp 400 triliun. Karenanya, ini saatnya bagi UMKM untuk unjuk diri,” ujar Gubernur.
Gubernur Ridwal Kamil juga menyatakan, agar bisa bersaing, pihaknya menekankan kepada para pelaku UMKM untuk dapat menghasilkan produk berkualitas. Selain, produknya segera diregestrasikan ka e-katalog serta harus memiliki nilai plus.
“Dan memang pada tahun ini nilai plusnya itu yakni green economy. Green growth economy ini tentunya akan menjadi  bagian dari salah satu sumber energ, selain sebagi sumber material sebelum produksinya itu pun harus mencari yang lebih dekat, dan jangan dijual terlalu jauh,” terang Gubernur Ridwal Kamil.
Terkait dengan pertumbuhan ekonomi Jabar, Ridwal Kamil menyatakan, hal itu tak hanya terlepas dari mulai berkembang sektor UMKM, juga naiknya ekspor serta meningkatnya iklim investasi di Jawa Barat ini.”Ini perlu kita syukuri bersama, ditengah mulai meredanya masa pandemi Covid-19, ekonomi Jawa Barat di triwulan I tumbuh 5,61 persennya,” papar Gubernur.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Barat  Herwanto, mengungkapkan, ajang KKJ dan PKJ yang diselenggaraan tidak hanya berbicara masalah karya kreatif atau produk yang ditampilkan kalangan UMKM  semata,  juga dorongannya agar mereka bisa go internasional.

“Karenanya, di sini kami tidak hanya berbicara mengenai displai produk yang dihasilkan, kami juga dorong para kreatif ini tidak hanya melakukan transaksi, baik itu dalam bentuk transaksi domestik, maupun ekspor,” tutur Herwanto.
Herwanto juga menyatakan, ajang ini juga merupakan hasil kolaborasi dengan berbagai pihak, baik dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat maupun dengan perbankan umum lainnya.
“Ini merupakan event tahunan BI yang telah dikolaborasikan dengan Pemeritah Provinsi Jabar. Dari waktu ke waktu, bahkan pada masa pandemi seperti tahun kemarin itu masih bisa kami selanggarakan,” tambahnya.(Epih/KC)