IBI Diminta Berperan Aktif dalam Pembangunan Kesehatan

0
8
BUPATI Indramayu, Hj Nina Agustina (tengah) menghadiri halalbihalal PC IBI Kabupaten Indramayu, Jumat (13/5/2022).*Ratno/KC

KABARCIREBON- Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Indramayu siap bersinergi dan mendukung program-program pemerintah daerah (Pemda) setempat.

Hal itu disampaikan Ketua Pengurus Cabang (PC) IBI Kabupaten Indramayu, Tasiroh, usai halalbihalal PC IBI bersama Bupati Indramayu, Hj Nina Agustina Jumat (13/5/2022).

Menurutnya, selaku garda terdepan IBI Kabupaten Indramayu siap menurunkan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) dengan pertolongan proses persalinan selama 24 jam yang ditangani oleh bidan profesional.

“Kami berharap, melalui halalbihalal ini IBI dapat memunculkan inovasi-inovasi,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, pada Juli 2022 IBI  akan menggelar work shop bertajuk No Pernikahan Dini, No Sex Sebelum Menikah dan No Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif (Napza), dengan melibatkan dua remaja dari masing-masing desa serta bidan desa.

Bupati mengemukakan, membangun Indramayu lebih maju bukan semata-mata tanggung jawab pemerintah daerah (Pemda). Namun keberhasilan pembangunan dalam segala bidang merupakan tanggung jawab seluruh komponen masyarakat. Termasuk bidan yang tergabung dalam IBI.

“IBI Indramayu diharapkan dapat berperan serta aktif dalam bidang kesehatan. Sehingga sudah sepatutnya mampu memberikan sumbangsih nyata dalam proses pembangunan kesehatan, khususnya kesehatan ibu dan anak dengan berbagai program IBI ataupun mensinergikan dengan program pemerintah. Sehingga dengan begitu, kehadiran IBI akan membantu pemerintah dalam hal percepatan peningkatan derajat kesehatan masyarakat secara keseluruhan menuju Indramayu yang Bermartabat,” tuturnya.

Sementara itu, melalui kegiatan halabihalal ini diharapkan dapat saling membersihkan diri dengan tulus dan ikhlas serta memberi dan meminta maaf kepada sesama atas segala khilaf dan dosa yang pernah dibuat serta bertekad tidak lagi mengulangi di masa mendatang.

“Mari kita mempererat rasa kekeluargaan dan tali silaturahmi yang tidak hanya pada saat Idulfitri, namun setiap saat,” ucapnya.

Menurutnya, Syawal dapat dimaknai sebagai bulan peningkatan kualitas keimanan, setelah menjalani puasa Ramadan. Kemudian peningkatan rasa persaudaraan antar sesama, sekaligus kualitas perilaku dalam menjalani tugas dan tanggung jawab sehari-hari.(Ratno)