NPCI Siapkan Atlet untuk Berlaga di Peparda Jabar

0
17
KETUA NPCI Provinsi Jawa Barat, Supriyatna Gumilar (kanan) dan Ketua NPCI Kabupaten Indramayu, Suprayitno (kiri) foto bersama usai melakukan pertemuan, Rabu (11/5/2022).*Ratno/KC

KABARCIREBON Pekan Paralimpik Daerah (Peparda) Jawa Barat (Jabar) dipastikan berlangsung di Bekasi pada November 2022. Ajang kompetisi olahraga penyandang disabilitas ini akan mempertandingkan 12 cabang olahraga (cabor).

Ketua National Paralympic Committe Indonesia (NPCI) Provinsi Jawa Barat, Supriyatna Gumilar mengungkapkan, hasil pertemuan beberapa kali dengan Sekretaris Daerah Pemerintah Provinsi Jawa Barat disebutkan, SK Gubernur Jawa Barat sudah terbit dan telah menetapkan 12 cabor yang akan dipertandingkan dalam Peparda Jabar di Bekasi pada November 2022.

“Kami belum tahu soal tanggal pastinya, tetapi Peparda akan berlangsung pada November 2022,” katanya saat ditemui  “KC” di Indramayu, Rabu (11/5/2022).

Menurutnya, untuk menghadapi multieven tersebut, pihaknya akan melantik Pengurus Besar Peparda Jawa Barat. Di antaranya Steering Committee (SC) dan Organizing Committee (OC), untuk melaksanakan amanah perhelatan Peparda.

Ia menyebutkan, 12 cabor yang akan dipertandingkan di Peparda, yakni atletik, bulu tangkis, renang, tenis meja, panahan, catur, bola voli duduk, tenis lapangan, menembak, softball dan boccia.

Supriyatna berharap, Peparda dapat berjalan sukses dan bisa memunculkan  atlet-atlet potensial. Sebab Jawa Barat sebagai barometer nasional dan di setiap even internasional, atlet Jawa Barat selalu menyumbangkan medali terbanyak.

“Kami melihat para atlet NPCI Indramayu sangat konsisten, pembinaannya mumpuni juga perhatian Pemda tidak berkurang. Semoga Pemerintah Kabupaten Indramayu sekarang bisa membantu untuk kemajuan prestasi dan memberi lebih anggaran hibah kepada NPCI Indramayu,” tuturnya.

Ketua NPCI Kabupaten Indramayu, Suprayitno mengaku, pihaknya sudah menyiapkan para atlet untuk berlaga di cabor yang akan dipertandingkan. Termasuk bibit-bibit baru atlet yang potensial. Seperti menembak yang akan menurunkan 8 atlet dan panahan yang merupakan salah satu cabor andalan yang berpeluang memperoleh medali.

“Target kami tidak terlalu muluk-muluk, karena harus berkaca dengan kekuatan dari kabupaten/kota lain. Terpenting bisa menyayomi dan mensuport para atlet untuk terus berprestasi,” ucapnya.(Ratno)