Kadisdik: Mutasi Kepsek Kuningan Dihelat Sebelum Lebaran

0
28
Kepala Disdikbud Uca Soemantri.* Iyan/KC
Kepala Disdikbud Uca Soemantri.* Iyan/KC

KABARCIREBON.- Pelaksanaan mutasi dan promosi kepala sekolah lingkup sekolah dasar (SD) serta sekolah menengah pertama (SMP) di wilayah Kabupaten Kuningan, direncanakan dihelat sebelum lebaran Idulfitri.
Karena, berkas drafnya berada di Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Kuningan. “Insha Allah, saya ingin mutasinya sebelum lebaran,” ucap Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kuningan, H. Uca Somantri, Senin (25/4/2022).
Menurutnya, pelaksanaan mutasi sangat mendesak untuk secepatnya dilakukan sebab keberadaan kepala sekolah definitif sangat diperlukan terutama untuk menangani urusan yang sangat penting. Yakni, penandatangan ijazah atau surat tanda tamat belajar (STTB) dan meminimalisasi terjadinya stagnasi.
Namun, akibat mundurnya mutasi yang sebelumnya direncanakan Februari, berdampak terhadap penambahan jumlah yang dipromosikan karena sampai April ini, sudah ada beberapa kepala sekolah lagi yang pensiun. Khusus mutasi termasuk promosi, ada sekitar 150 kepala sekolah lebih.
Sedangkan promosi di tingkat SMP, untuk mengisi kekosongan empat sekolah yang ditinggalkan pensiun kepala sekolah sebelumnya. Terdiri dari SMPN 1 Darma yang pltnya Kepala SMPN 2 Kuningan, Sade, SMPN 1 Cipicung yang pltnya Kepala SMPN 1 Kalimanggis, H. Wowo Wibawa, SMPN 3 Ciawigebang yang pltnya, Kepala SMPN 1 Ciawigebang, Subagyo dan SMPN 5 Kuningan yang pltnya, Kepala SMPN 1 Cidahu, Muslimah.
“Untuk tingkat SMP juga, nanti ada yang terkena rolling untuk penyegaran. Karena, jumlah sekolah mencapai 71 unit SMP yang berstatus negeri. Namun bisa saja, draf yang diusulkan, berubah karena disdikbud merupakan dinas teknis yang hanya memberikan kajian dan masukan tapi keputusan ada di pimpinan,” katanya.
Ia mengemukakan, pada pelaksanaan mutasi kepala sekolah nanti, akan dibagi tiga kluster. Yakni, kluster C atau sekolah kecil akan diisi oleh kepala sekolah yang baru promosi, kluster B atau sekolah sedang, diisinya para senior yang sebelumnya menduduki kepala sekolah di kluster C.
Dan kluster A, diperuntukan bagi kepala sekolah senior yang memiliki kinerja. Sebagai manajer, kepala sekolah harus memiliki greget atau inovasi untuk memajukan sekolahnya sesuai komitmen bersama bahwa tidak ada pendidikan yang termarjinalkan.
Artinya pendidikan di sekolah perkotaan dan sekolah perbatasan, sama. “Dengan formula dan pemberian motivasi, sekarang sudah mulai nampak geliat. Seperti SMPN Subang tengah merintis boarding school atau ada pesantrennya. Beberapa waktu lalu, sekolah gugus tugas Ciawigebang menggelar wisuda hafidz qur’an di SMPN 1 Kalimanggis sehingga terlihat ada nilai lebihnya. Kita akan berusaha mendorong agar pengelolaan sekolah semakin baik,” jelasnya.
Kepala Bidang SMP Disdikbud Kabupaten Kuningan, Abidin ketika dikonfirmasi, membenarkan ada empat posisi kepala sekolah yang kosong. Namun untuk pengisiannya, sudah ada empat calon kepala sekolah yang masuk daftar tunggu.
Mereka berasal dari guru SMPN 2 Pasawahan, SMPN 2 Jalaksana, SMPN 3 Ciawigebang dan SMPN 2 Cibeureum. “Empat orang calon kepala sekolah yang sudah daftar tunggu atas nama Agung Purwandono, Adis, Oon Suharyono dan Hj. Kusnati,” ujarnya.(Yan/KC)