Pertamina Perlu Edukasi Masyarakat tentang Keberadaan Kilang Minyak

0
39
Hery Susanto, Anggota Ombudsman Republik Indonesia yang menjadi keynote speaker dalam acara diskusi publik bertema “Memperkuat Peranserta Masyarakat Indramayu dalam Menjaga Kilang Minyak Pertamina sebagai Obyek Vital Nasional”, Jumat (15/4/2022.***

KABARCIREBON- Edukasi atas fungsi kilang minyak Pertamina sebagai obyek vital nasional (Obvitnas) perlu terus dilakukan oleh PT Pertamina Persero dan subholdingnya ke masyarakat, khususnya di sekitar lokasi pengelolaan minyak PT Pertamina.

Demikian disampaikan Hery Susanto, anggota Ombudsman Republik Indonesia yang menjadi keynote speaker dalam acara diskusi publik bertema “Memperkuat Peranserta Masyarakat Indramayu dalam Menjaga Kilang Minyak Pertamina sebagai Obyek Vital Nasional”.  Kegiatan digelar LSM Abdi Negara Cabang Indramayu di salah satu hotel Kabupaten Indramayu, Jumat (15/4/2022).

Hery mengajak agar masyarakat Indramayu dapat turut berperan serta dalam menjaga kilang minyak Pertamina sebagai obyek vital nasional.

Menurut Hery, kilang minyak Pertamina sebagai obyek vital nasional itu untuk memenuhi hajat hidup orang banyak serta kepentingan negara  dan/atau sumber  pendapatan negara yang  bersifat strategis. 

Kilang minyak dimiliki dan dikelola Pertamina dalam rangka  penyediaan BBM bagi masyarakat indonesia.

Lebih lanjut Hery menjelaskan, berdasarkan Keputusan Menteri ESDM Nomor: 159.K/90/MEM/2020 tentang Perubahan Atas Keputusan  Menteri ESDM Nomor 77 K /90/Mem/2019 Tentang Obyek Vital Nasional Bidang  ESDM, Refinery Unit VI Balongan Indramayu merupakan obyek vital nasional sehingga harus dijaga keberadaannya.

Berdasarkan  Peraturan  Menteri  ESDM  Nomor 48 Tahun 2018 tentang Penetapan Objek Vital Nasional Bidang ESDM, obyek vital nasional bidang ESDM adalah kawasan/lokasi,  bangunan/instalasi dan/atau usaha  yang menyangkut hajat hidup orang  banyak, kepentingan negara dan/atau  sumber pendapatan negara yang  bersifat strategis di bidang energi dan sumber daya mineral.

Obyek vital nasional bidang ESDM mencakup antara lain; sub bidang minyak dan gas bumi; sub bidang ketenagalistrikan; sub bidang mineral dan  batubara; dan sub bidang energi baru, terbarukan dan konservasi energi.

Dalam konteks Pertamina sebagai penyelenggara pelayanan publik di sektor energi, Hery  berharap Pertamina dapat melakukan percepatan penyelesaian laporan masyarakat  dengan mengoptimalkan focal point pada instansi terlapor.

Selain itu, juga dapat membangun koordinasi dan kerja sama dengan seluruh stakeholder, yakni Pemerintah Pusat/daerah, kampus, pers, ormas/LSM dan kelompok bisnis dalam pengawasan pelayanan publik dan pencegahan maladministrasi khususnya sektor energi dalam penyediaan BBM bagi publik.

Hadir sebagai narasumber diskusi tersebut yakni Maman Kostaman selaku asisten II Pemkab Indramayu, Imam Rismanto selaku Korsek CSR UP VI Pertamina Balongan Indramayu, Wawan Sugiarto pegiat sosial Indramayu, Iing Rohimin Wakil Ketua PWNU Jawa Barat dan Aris Syuhada Ketua LSM Abdi Negara Indramayu.(Fik/Rls)