Serdadu Siliwangi Ciptakan Inovasi Berbahan Sereh Wangi untuk Negeri

0
53

Oleh:Letnan Kolonel (Inf) Andik Siswanto, S.IP, M.I.Pol (Komandan Kodim 0617 Majalengka)

Program Pembinaan Teritorial (Binter) hendaknya dapat lebih membumi dan mampu menjawab kebutuhan serta harapan masyarakat. Hal itu seiring dengan perkembangan teknologi yang begitu pesat. Apalagi saat ini tengah memasuki Revolusi Industry 4.0, di mana perubahan itu terjadi sangat signifikan.

Bukan hanya menyeret di bidang tekonologi dan ekonomi, melainkan menembus bidang politik dan sosial. Sehingga kondisi itu memerlukan adanya fleksibiltas dalam implementasi Program Binter agar dapat merespons setiap perubahan yang terjadi. Tentunya selaras dengan peraturan dan ketentuan hukum yang berlaku.

Langkahnya, dengan melakukan pendekatan inovatif melalui kebijakan maupun implementasinya. Pertama, kemampuan dan pengetahuan aparat kewilayahan itu harus ditingkatkan dalam mengeksplorasi kondisi geografi,demografi dan kondisisosial. Kemudian, kedua harus mampu memotivasi dan melakukan inovasi bagi aparat yang bertugas di kewilayahan.

Pembinaan teritorial yang sudah dilaksanakan oleh aparat TNI dan Polri di wilayah saat ini telah berjalan sesuai dengan yang diprogramkan.Namun kemampuan adaptif terhadap dinamika kehidupan masyarakat, itu tuntutan yang harus dimiliki oleh setiap insan teritorial tanpa terkecuali.

Kedua gagasan di atas itu telah direalisasikan oleh Kodim 0617/Majalengka. Dengan menggulirkan Program Sereh Wangi Sugih Mukti. Ini merupakan pemanfaatan lahan kritis berubah menjadi lahan produktif, demi terwujudnya kesejahteraan masyarakat, melalui program ekonomi kerakyatan.

Terlebih Program Sereh Wangi Sugih Mukti ini, dikerjakan dari mulai hulu sampai hilir. Yakni dengan menghasilkan diversifikasi produk dan peningkatan nilai tambah yang signifikan. Pusat lokasinya di Desa Bayureja,Kecamatan Sindang, Kabupaten Majalengka. Dan saat ini telah berkembang perluasannya dengan melakukan budidaya sereh wangi mencapai puluhan hektar di beberapa desa yang ada di Majalengka.

Majalengka sendiri telah dianugerahi berbagai potensi yang sangat prospektif baik dari segi wilayah, sumber daya alam serta sumber daya manusia. Semua ini  yang tentunya jika digali dan dikembangkan secara maksimal hasilnya akan terasa oleh seluruh lapisan masyarakat.Di antaranya pemberdayaan masyarakat dalam produksi sereh wangi salah satunya yang digagas oleh saya.

Manfaat Minyak Atsiri

Minyak atsiri telah digunakan sebagai bahan baku industri untuk bahan perasa (essence), perisa (flavor), dan wewangian (fragrance). Total produksi minyak atsiri utama Indonesia mencapai 8.500 ton pada 2020. Beberapa jenis minyak atsiri tropis Indonesia antara lain minyak cengkih, sereh wangi, nilam, pala, akar wangi, dan kayu putih. Beberapa produk yang telah dihasilkan dalam program sereh wangi sugih mukti di antaranya, pewangi pakaian, pengharum ruangan/mobil,handsanitzer, minyak oles, pembersih lantai serta yang terbaru adalah Bioaditif BBM.

Tren industri yang ramah lingkungan ini membuat peluang semakin terbuka akan peningkatan nilai tambah minyak atsiri, sebagai bahan bioaditif bahan bakar minyak. Indonesia sendiri punya potensi besar untuk meningkatkan hilirisasi minyak atsiri, dengan didukung ketersediaan bahan baku di dalam negeri.

Oleh karena itu, saat ini seharusnya diperlukan kebijakan strategis guna memacu inovasi produk turunan dari minyak atsiri, agar dapat dimanfaatkan masyarakat luas.Indonesia memiliki sebanyak 40 jenis tanaman atsiri dari 99 jenis ragam tanaman atsiri di dunia. Hal ini merupakan peluang dalam meningkatkan nilai tambah bahan baku dalam negeri.Selain menciptakan nilai tambah yang berlipat, upaya tersebut juga mendukung kebijakan substitusi impor terhadap BBM.

Sereh wangi merupakan salah satu tanaman rempah  penghasil minyak atsiri yang banyak mengandung geraniol. Geraniol sendiri merupakan senyawa penyedia oksigen, sehingga minyak sereh wangi dapat digunakan sebagai bio additive gasoline. Perkembangan aditif ini bertujuan meningkatkan kadar geraniol dalam minyak sereh wangi, dan menggunakannya sebagai bio additive gasoline. Penelitian dilakukan dalam tiga tahap, yaitu pemungutan minyak sereh wangi dari daun sereh wangi, peningkatan kadar geraniol dalam minyak sereh wangi dan aplikasi minyak sereh wangi yang mengandung geraniol tinggi sebagai bio aditive gasoline.

Hasil penelitian itu menunjukkan bahwa pemungutan minyak sereh wangi yang dilakukan dengan metode distilasi uap menghasilkan rendemen sebesar 0,76% dengan kadar geraniol 5,36%.Kadar geraniol dapat ditingkatkan menjadi 21,78% melalui proses distilasi vakum pada suhu 120oC. Pengujian minyak sereh wangi dengan kadar geraniol tinggi sebagai bio additive gasoline meliputi uji performa dan efisiensi konsumsi bahan bakar dengan variasi perbandingan volume gasoline dengan bio additive. Hasilnya, penambahan minyak sereh wangi dengan perbandingan volume gasoline minyak sereh wangi = 1000ml:2 mampu meningkatkan power mesin dari 7,8HP menjadi 8,6HP. Sementara, pada pengujian efisiensi bahan bakar, penambahan minyak sereh wangi dengan perbandingan volume gasoline : minyak sereh wangi = 1000ml:2 dapat meningkatkan efisiensi mesin sebesar 10,8%.

Harus diakuai, BBM saat ini sangat keperluan berbagai sektor industri khususnya yang berupa residu (heavy oil), MDF (medium diesel fuel). Termasuk Solar (light diesel fuel) yang tersedia pada umumnya sarat dengan kandungan zat pengotor (impuirities).Banyaknya bahan pengotor seperti air, kandungan Asphalt, Vanadium, Natrium dan Sulphur, yang terkandung dalam bahan bakar niscaya dapat menimbulkan berbagai gangguan atau problem pada tiap-tiap tahapan proses pembakaran.Apa akibatnya bila anda tidak menggunakan fuel additives dengan kondisi bahan bakar seperti diuraikan tersebut di atas.

Pertama, membentuk endapan lumpur (oily sludges) di dalam oil storage/fuel tank, itu berarti akan ada pemborosan karena sebagian besar volume bahan-bakar menjadi tidak terpakai. Atau jika masuk juga ke mesin akan menimbulkan berbagai masalah, mulai dari saluran bahan-bakar,saringan,pompa BBM,dan sampaike pump injector/nozzle yang bisa mampat dan mengalami malfunction,serta menyebabkan maintenance cost akan meningkat.

Kedua, pembentukan deposit/kerak pada ruang bakar (burner) dan biasanya sangat sulit dilepaskan karena terdiri dari senyawa vanadium vanadate yang sangat keras (hard stickey). Bisa menimbulkan korosi pada ruang bakar maupun pada fire chamber, knalpot / cerobong (chimney).

Keuntungan apa yang Anda dapatkan bila menggunakan fuel additive. Pertama Menstabilkan kondisi kimiawi bahan bakar, dan mencegah terbentuknya endapan sludge karena fungsi emulsifier yang terkandung di dalamnya. Kedua, Menstabilkan viscositas minyak bakar dan membuatnya lebih mudah terbakar karena kandungan solvent khusus di dalamnya.Ketiga, menghambat korosi pada tangki bahan-bakar sampai pada peralatan mesin-mesin (enginee equipment), karena additives ini sanggup mendispersikan uap-uap air (water content) dan sulphur yang terdapat di dalam kandungan minyak tersebut.

Saat ini Kodim 0617 Majalengka telah melakukan terobosan dengan memanfaatkan minyak Atsiri, melalui teknik formulasi. Uji coba produk yang canggih ini menghasilkan produk bioaditif BBM, yang diberinama AMR (Aku Mohon Restu). Hasilnya diharapkan dapat digunakan secara luas untuk kehidupan ekonomi nasional. Melalui riset dan inovasi inilah, formulasi produk serta memanfaatkan teknologi terkini, alhamdulilah dapat membuahkan hasil. Dalam proses produksi sendiri itu menghasilkan aneka produk di mulai dari hilir yang bernilai tinggi. Realisasi program ini merupakan implementasi peta jalan Making Indonesia 4.0.

Adapun mekanisme kerja produk bioaditif BBM ini antara lain, meningkatkan efisiensi kinerja pembakaran mesin, menangkap kandungan air (associated water). Lalu, meningkatkan angka oktan atau cetane pada BBM konvensional dan mengurangi emisi gas rumah kaca.Selain itu pula, penggunaan minyak atsiri sebagai bioaditif BBM, dapat menunjukkan kegiatan usaha industri minyak atsiri rakyat dapat naik kelas.

Ke depan, diseminasi dan sosialisasi produk bioaditif BBM dari minyak atsiri ini tentunya harus terus ditingkatkan. Upayanya, antara lain melalui kegiatan operasional kendaraan dinas jajaran TNI AD. Saat ini Kodim 0617/Majalengka Korem 063/SGJ Kodam III/SLW telah mengaplikasikan keseluruh kendaraan dinas maupun pribadi dalam menunjang tugas pokoknya dengan wilayah teritorialnya.

Misalnya diterapkan di Babinsa Kodim 0617 Majalengka sebagai ujung tombak dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. Mereka itu menggunakan kendaraan bermotor (dinas),kendati tidak semuanya Babinsa mendapatkan kendaraan dinas tersebut.Disamping itu pula, dukungan BBM dari komando di atas, agar ada penyesuaian dengan jumlah kendaaran dinas menjadi tantangan. Sehingga diperlukan upaya konkrit dalam mengatasi hal tersebut.

Selain itu juga Bioaditif akan dikembangkan untuk kendaraan beratatau Ranpur yang ada disatuan operasional, Satpur maupun Satbanpur. Tidak hanya intern Kodim 0617/Majalengka saja,namun Bioaditif BBM (AMR) telah digunakan di masyarakat umum. Mulai dari ojek  online, nelayan, petani atau pun instansi lain yang ada. Termasuk dapat pula dipergunakan dalam berbagai ajang otomotif mulai dari skala daerah, regional, hingga nasional. Tujuannya untuk memperkuat pemahaman pasar terhadap produk bioaditif BBM yang aman sesuai standar nasional dan internasional.

Manfaat dan Kinerja AMR

Penjelasan di atas AMR yang saya ciptakan adalah salah satu produk yang sudah terwujud. Ada beberapa memberikan keuntungan kepada para pemakai antara lain. Penghematan bahan-bakar hingga 3-5% per tahunnya. Peningkatan efisiensi 3-5%, mengurangi maintenance cost, dan mengurangi polusi lingkungan. AMR penghemat bahan bakar akan sangat efektif, Pada mesin dengan sistem cara kerja drive by wire mengandalkan throttle position sensor untuk memberi sinyal informasi mengenai tinggi rendahnya injakan pedal gas.

Secara langsung sinyal ini diolah oleh ECU (elektronik control unit). Kemudian diteruskan menjadi perintah bergerak actuator, sehingga AMR dapat meningkatkan oktan pada BBM dan memanipulasi ECU dalam membaca data koefisien ledak pada CKP sensor yg mempengaruhi pada ECU dalam memberikan perintah kepada EDU (elektronik driver unit). Dalam membuka katup injeksi tingkat bahan bakar yang diperlukan dalam melakukan langkah kerja mesin, tingkat takaran BBM dapat secara signifikan menjadi kecil karena titik ledak menjadi tinggi.

Pembinaan teritorial di era milenial dapat dilakukan secara maksimal dan menyentuh diberbagai lini kehidupan masyarakat.Dan itu harus dapat menjawab perubahan perkembangan situasi saat ini dan di masa yang akan datang.Sehingga perlu adanya suatu perubahan mendasar.Terutama pada pola pikir,pengetahuan dan keterampilan aparat territorial dalam penguasaan teknologi.

Para pejabat kewilayahan mulai tingkat Korem, Kodim sampai dengan Koramil harus selalu memberdayakan aparat teritorial, secara terus menerus dalam mendukung tugas pokok TNI AD. Pada saat ini dituntut kreatifitas dan inovasi dalam perkembangan teknologi yang dapat digunakan dan dimanfaatkan dalam membangun suasana kondusif ditengah masyarakat.***