Sidang Pembunuhan di Lahan Sengketa, Keluarga Berharap Pelaku Dihukum Berat

0
45
SUASANA virtual dari Ruang Sidang Utama, Jumat (18/3/2022). Para terdakwa menyaksikan secara virtual di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Indramayu.(foto.ist)*

INDRAMAYU, (KC Online).-

Empat saksi dugaan kasus pembunuhan yang terjadi di lahan sengketa, Kecamatan Cikedung, Kabupaten Indramayu, dihadirkan dengan agenda sidang yakni pembuktian terhadap para terdakwa dilakukan secara virtual dari Ruang Sidang Utama, Jumat (18/3/2022). Para terdakwa menyaksikan secara virtual di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Indramayu.

Ke empat saksi tersebut didengar kesaksiannya untuk pembuktian adanya tindak pidana pembunuhan yang terjadi di lahan sengketa tersebut. Dalam sidang yang digelar secara virtual itu, ke empat saksi memberikan keterangan mengenai terjadinya pertikaian hingga berujung kematian yang mempersoalkan sengketa di lahan tebu milik PG Rajawali.

Humas Pengadilan Negeri Indramayu, Wimmi D Simarmata menjelaskan, agenda sidang yang digelar hari ini Jumat, (18/3/2022) untuk mendengarkan kesaksian dari empat saksi mengenai pembuktian terjadinya insiden berdarah yang berujung kematian tersebut.

“Empat orang saksi hadir di persidangan, mereka menjelaskan mengenai insiden tersebut, sementara para terdakwa mendengarkan keterangan saksi melalui virtual dari Rutan Indramayu,” katanya.

Sementara itu, saat dihubungi via telepon, Wandita adik dari Dede Sutaryan yang menjadi korban pembunuhan berharap pada aparat penegak hukum yang mengadili para pelaku bisa berlaku adil dan memberikan hukuman berat pada para pelaku.

“Saya berharap pada Pak Jaksa dan Pak Hakim yang mengadili para pelaku, bisa menghukum pelaku seberat-beratnya sesuai dengan perbuatannya yang menghilangkan nyawa kakak saya,” pinta dia.

Wandita berharap insiden berdarah ini terjadi untuk terakhir kalinya di lahan yang diduga bersengketa tersebut. Para petani penggarap bisa saling bekerja sama untuk menggarap lahan yang sudah ada.

“Semoga ini yang terakhir, tidak ada lagi kejadian berdarah. Kita ingin hidup tenang dan menggarap lahan tersebut bersama-sama tanpa permusuhan,” harapnya.(Udi)