Imbas Kenaikan Harga Kedelai, Pengrajin Tahu Tempe Mogok Berproduksi

0
61
KETUA Primkopti Indramayu, H Zain Hasan.*

INDRAMAYU, (KC Online).-

Kenaikan harga kedelai memicu aksi mogok pengrajin dan pedagang tahu tempe di Kabupaten Indramayu. Mereka berhenti berproduksi dan tidak melakukan penjualan selama tiga hari mulai Senin-Rabu (21 – 23/2/2022).

Aksi mogok ini sebagai lanjutan dari aksi mogok yang dilakukan pengrajin tahu tempe DKI Jakarta dan Jawa Barat. Mereka terpaksa melakukan aksi mogok produksi dan penjualan tahu tempe di pasar-pasar  dikarenakan merangkaknya kenaikan harga kacang kedelai yang kini bertengger di harga Rp 11.000/kg.

“Aksi mogok tidak produksi dan melakukan penjualan tahu tempe ini akan terjadi di pasar-pasar tradisional di wilayah Kabupaten Indramayu,” jelas Ketua Koperasi Primkopti Indramayu, H Zain Hasan, Jumat (18/2/2022).

Terkait dengan kenaikan harga kedelai, pihaknya telah mengirimkan surat bernomor 2202 – 018 tentang  imbauan, pemberitahuan kepada seluruh anggota  Primkopti selaku pengrajin atau penjual tahu tempe serta pihak terkait  sebagai bentuk solidaritas mengenai aksi mogok tidak memproduksi dan penjualan tahu tempe.

“Jadi, mulai Senin sampai Rabu, seiring dengan hampir setiap hari naiknya harga kacang kedelai sebagai bahan baku tahu tempe, kami akan melakukan aksi mogok produksi. Apalagi  kini harganya sudah di angka Rp 11.000/kg-nya,” jelas Zain.

Zain meminta maaf kepada masyarakat atas adanya  aksi solidaritas mogok penjualan para pelaku usaha tahu tempe anggota Primkopti Indramayu selama tiga hari tersebut. “Ini adalah aksi bentuk solidaritas untuk menyikapi kenaikan bahan baku kacang kedelai impor,” jelasnya lagi.

Pada bagian lain, pihaknya mengimbau kepada anggotanya dan pedagang tahu tempe untuk melakukan penyesuaian harga tahu tempe. Bisa dengan menaikkan harga setara dengan kenaikan harga kacang kedelai di kisaran 20% sampe 30%.

Meski demikian, Zain meminta kepada anggota agar tetap menjaga kondusivitas dengan tetap mengedepankan perilaku yang santun, kekeluargaan dalam mencari jalan keluar.

Baca Juga  Roda Ban Pecah, Truk Kontainer Terbakar di Jalur Pantura

“Sedangkan untuk aksi mogok tidak berproduksi, kami  bersama pihak terkait akan memantau di lapangan,” tambah Zain.(Wawan)