Raperda Inisiatif DPRD tentang P3A Diajukan dalam Rapat Paripurna

0
70
Suasana rapat paripurna Raperda inisiatif DPRD Kabupaten Cirebon tentang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A), Senin (7/2/2022). Raperda tersebut merupakan perubahan dari Perda yang sama tahun 2018.*

CIREBON, (KC Online).-

Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) inisiatif Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Cirebon tentang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A), diajukan dalam rapat paripurna, Senin (7/2/2022). Raperda tersebut merupakan perubahan dari Perda yang sama tahun 2018.

Diubahnya Perda tersebut, karena dianggap sudah tidak relevan. Harus diubah, sudah tidak sesuai lagi dengan perkembangan dan tuntutan masyarakat.

“Rancangan Perda tentang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak ini menjadi Raperda inisiatif DPRD. Meskipun Kabupaten Cirebon sudah memiliki regulasi itu, tapi sudah berubah. Harus disesuaikan,” kata perwakilan Tim Pemrakarsa Raperda Inisiatif DPRD Kabupaten Cirebon, Aan Setiawan dalam rapat tersebut.

Raperda inisiatif ini, kata Aan,

diharapkan segera mungkin ditetapkan, dan mendapatkan pembahasan dan persetujuan bersama, antara bupati dengan DPRD. Ada alasan yang melatarbelakangi pentingnya Raperda ini, untuk segera dibahas. Peranan dan kiprah perempuan dalam kehidupan masyarakat maupun dalam pembangunan nasional, dari waktu ke waktu terus meningkat. Serta gencarnya gerakan kesetaraan gender dan emansipasi wanita.

Meskipun demikian, masih banyak peran perempuan yang termarginalkan. Artinya dipandang sebelah mata. Posisinya berada di kelas dua. Bahkan tak sedikit yang kerap menerima perlakuan tidak mengenakan. “Serta masih diposisikan sebagai pihak yang kurang mendapat kepercayaan,” katanya.

Padahal, kata dia, peran perempuan sangatlah penting dalam kehidupan. Di samping itu, tujuan nasional melindungi segenap bangsa Indonesia. Termasuk perempuan dan anak. Maka salah satu yang wajib dilakukan oleh pemda adalah memberdayakan perempuan dan perlindungan anak.

“Anak itu merupakan karunia dan amanah yang dititipkan tuhan Yang Maha Esa kepada keluarga masyarakat bangsa Indonesia. Anak adalah harapan masa depan. Karena anak sebagai generasi penerus dan calon pemimpin bangsa. Harapan digantungkan kepada anak. Sehingga anak menjadi anak yang berguna bagi orang tua, masyarakat bangsa dan negara,” katanya.(Ismail) line).-

Baca Juga  Dies Natalis ke-56, Momen Refleksi bagi IAIN Cirebon

Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) inisiatif Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Cirebon tentang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A), diajukan dalam rapat paripurna, Senin (7/2/2022). Raperda tersebut merupakan perubahan dari Perda yang sama tahun 2018.

Diubahnya Perda tersebut, karena dianggap sudah tidak relevan. Harus diubah, sudah tidak sesuai lagi dengan perkembangan dan tuntutan masyarakat.

“Rancangan Perda tentang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak ini menjadi Raperda inisiatif DPRD. Meskipun Kabupaten Cirebon sudah memiliki regulasi itu, tapi sudah berubah. Harus disesuaikan,” kata perwakilan Tim Pemrakarsa Raperda Inisiatif DPRD Kabupaten Cirebon, Aan Setiawan dalam rapat tersebut.

Raperda inisiatif ini, kata Aan,

diharapkan segera mungkin ditetapkan, dan mendapatkan pembahasan dan persetujuan bersama, antara bupati dengan DPRD. Ada alasan yang melatarbelakangi pentingnya Raperda ini, untuk segera dibahas. Peranan dan kiprah perempuan dalam kehidupan masyarakat maupun dalam pembangunan nasional, dari waktu ke waktu terus meningkat. Serta gencarnya gerakan kesetaraan gender dan emansipasi wanita.

Meskipun demikian, masih banyak peran perempuan yang termarginalkan. Artinya dipandang sebelah mata. Posisinya berada di kelas dua. Bahkan tak sedikit yang kerap menerima perlakuan tidak mengenakan. “Serta masih diposisikan sebagai pihak yang kurang mendapat kepercayaan,” katanya.

Padahal, kata dia, peran perempuan sangatlah penting dalam kehidupan. Di samping itu, tujuan nasional melindungi segenap bangsa Indonesia. Termasuk perempuan dan anak. Maka salah satu yang wajib dilakukan oleh pemda adalah memberdayakan perempuan dan perlindungan anak.

“Anak itu merupakan karunia dan amanah yang dititipkan tuhan Yang Maha Esa kepada keluarga masyarakat bangsa Indonesia. Anak adalah harapan masa depan. Karena anak sebagai generasi penerus dan calon pemimpin bangsa. Harapan digantungkan kepada anak. Sehingga anak menjadi anak yang berguna bagi orang tua, masyarakat bangsa dan negara,” katanya.(Ismail)

Baca Juga  Tim Bola Voli Berjuang Bertanding di Babak Play Off