PTM 100%, Kantin Sekolah Tetap Belum Boleh Buka

0
59
ILSUSTRASI pembelajaran tatap muka (PTM).* Dok/KC

CIREBON, (KC Online).-

Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Cirebon menilai pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen terbatas berjalan sesuai dengan harapan. Kadisdik Kota Cirebon, Irawan Wahyono mengatakan, PTM 100 persen terbatas berjalan sesuai dengan rambu-rambu protokol kesehatan yang ketat di antaranya memakai masker dan jaga jarak.

‚ÄúSementara capaian untuk vaksinasi pelajar SMP, sudah 100 persen. PTM 100 persen terbatas berjalan sesuai dengan ketentuan. Mudah-mudahan tidak ada yang mengganggu kesehatan,” kata Irawan, Kamis (20/1/2022).

Irawan menambahkan, saat ini kantin di seluruh sekolah belum dibuka. Sebab saat ini para pelajar baru saja divaksin. Irawan mengaku akan berkoordinasi dengan berbagai pihak mengenai hal ini. Sementara untuk kerumunan yang berada di luar sekitar sekolah, akan ada petugas Satpol PP san Satgas Covid-19 sekolah yang bertugas.

“Kalau di luar itu kan nanti Satpol PP. Kalau sudah keluar atau di luar sekolah itu ada Satpol PP dan instansi lainya,” katanya.

Irawan mengatakan, syarat mutlak untuk melakukan PTM 100 persen terbatas yakni pendidik, tenaga pendidik dan siswa harus sudah divaksin. Selain itu, ketersediaan infrastruktur, sarana dan pra sarana protokol kesehatan juga harus tersedia.

“Untuk jam pelajaran sendiri berbeda jam pelajaranya, tapi dalam satu hari itu enam jam pelajaran,” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, pelaksanaan PTM 100 persen di sekolah uang mulai diberlakukan Disdik Kota Cirebon dinilai perlu dikontril secara ketat. Hal itu dilakukan agar potensi penularan Covid-19 dapat diantisipasi.

Ketua Komisi III DPRD Kota Cirebon, Tresnawaty mengatakan, dalam pelaksanaan PTM 100 persen terbatas di setiap tingkatan pendidikan, Disdik perlu memiliki indikator capaian keberhasilan. Sehingga mempunyai alat kontrol untuk evaluasi sebagai bentuk kehati-hatian.

Tresna juga mengatakan, dalam beberapa hari akan mengevaluasi pelaksanaan PTM 100 persen di Kota Cirebon. Evaluasi itu meliputi kondisi kesehatan siswa selama melakukan PTM 100 persen terbatas di sekolah, selain penerapan protokol kesehatanya. Jika ditemukan adanya kasus penularan Covid-19, maka pelaksanaan PTM 100 persen terbatas akan ditinjau kembali.

Menurutnya, keberhasilan PTM 100 persen terbatas ini harus mempunyai indikator. “Itu harus diukur melalui uji klinis hasil swab. Dengan kondisi hangat-hangatnya Omicron ini, kami berharap vaksinasi anak bisa segera dimaksimalkan,” tambah Tresna.(Iskandar)