Arteria Dahlan Minta Maaf, Uu Batal Luruk Senayan

0
65
Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum.*

CIREBON, (KC Online).-

Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum, menghargai permintaan maaf secara terbuka yang dilontarkan anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PDIP, Arteria Dahlan kepada masyarakat Sunda terkait polemik yang dibuatnya karena menyinggung soal bahasa Sunda.

Diketahui sebelumnya, Arteria Dahlan menyatakan agar Jaksa Agung (JA) ST Burhanuddin mengganti Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) yang menggunakan bahasa Sunda dalam rapat.

“Saya menghargai dan mengapresiasi kepada Arteria Dahlan yang sudah meminta maaf secara terbuka kepada masyarakat Jawa Barat. Sekalipun permohonan maaf saya tidak tahu apakah dengan keikhlasan ataupun tekanan, ataupun apa, tetapi saya sebagai Muslim menghargai secara pribadi karena sudah meminta maaf,” kata Uu Kamis (20/1/2022).

Uu mengungkap, dirinya sudah siap bertolak ke Senayan Jakarta, Jumat besok, mengajak kiai dan santri untuk membuat pelaporan ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI.

“Ada pun kami sebagai umat beriman memaafkan, bahkan saya tidak jadi akan membawa santri dan kiaai ke Senayan, padahal saya sudah menyiapkan mau berangkat kes itu setelah kami berkomunikasi, dengan permintaan maaf kami urungkan niat,” tuturnya.

Meski begitu, Uu mengaku dirinya akan tetap berkomunikasi secara pribadi dengan Arteria Dahlan, supaya terjalin rasa saling mengerti dan memahami. Lebih jauh lagi, agar kejadian serupa tidak terulang. Pun dengan permohonan maaf yang sudah dibuat Arteria Dahlan kepada masyarakat Sunda, Uu mengingatkan warga Jabar agar tak bereaksi berlebihan lagi. Serta membuka pintu maaf karena sejatinya orang Sunda punya karakter pemaaf.

“Tetap kami akan berkomunikasi dengan beliau tanpa ada masa, secara pribadi, untuk membangun komunikasi, mudah-mudahan dengan komunikasi dia akan paham tentang Sunda, kemudian juga tidak terulang lagi mendeskreditkan kami masyarakat Jawa Barat,” pungkasnya.

Uu berharap kepada warga Jabar dengan permohonan maaf untuk mengakhiri polemik ini dan tidak perlu ramai lagi di media sosial.

Sementara itu, DPC PDI Perjuangan Kabupaten Cirebon menyayangkan komentar Arteria Dahlan yang dinilai membuat gaduh. Bahkan, DPP PDI Perjuangan sudah memberi sanksi kepada yang bersangkutan berupa teguran.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Cirebon, H Imron mengaku, apa yang disampaikan Arteria itu sangat disayangkan. Apalagi, dia sebagai kader PDI Perjuangan yang seharusnya tidak memicu pecahnya kebhinekaan yang sudah lama ada di Indonesia ini.

“Banyak yang mengkritisi dan kami pun memang menyayangkan ya. Sekelas Arteria Dahlan kok kenapa berkomentar seperti itu, tanpa dipikir panjang,” ujar Imron, usai mengukuhkan DPC Taruna Merah Putih Kabupaten Cirebon, di kantor DPC setempat, Kamis (20/1/2022).

Ia mengingatkan, sebagai pengurus partai atau organisasi harus lebih berpikir panjang ketika hendak berkomentar tentang suku, agama maupun budaya. Sebab, hal itu akan berpengaruh pada keaktifan dia ada di mana. Terkait itu, pihaknya sudah menyampaikan ke semua kader partai dalam kesempatan pengukuhan.

“Saya tadi berpesan kepada para kader PDIP untuk berhati-hati ketika berkomentar tentang agama, suku dan budaya. Bukan masalah benar atau tidak. Tapi kita orang hidup ini ada etika dan budaya,” tuturnya.

Sebagai orang Jawa Barat, Imron mengaku tersinggung dengan komentar Arteria Dahlan tersebut. Sebab, orang Sunda sudah lama mengagungkan nilai-nilai kesundaan, baik agamanya, maupun bahasanya.

Sementara, lanjut Imron yang juga Bupati Cirebon ini, Arteria mengritiki bahasa Sunda. Padahal, menurutnya, perlu dicatat, Indonesia sendiri adalah negara yang mengakomodasi nilai-nilai budaya, bahasa, suku dan lainnya sehingga lahir Indonesia yang kuat, besar dan tangguh.

Imron mengingatkan, sikap dan komentar Arteria Dahlan perlu menjadi pelajaran kepada kader PDI Perjuangan lainnya. Agar tidak mencontoh yang bersangkutan. Bahkan, tak hanya masalah kritik terhadap bahasa Sunda saja, tetapi komentar-komentar lain yang bakal membawa dampak negatif, sudah seharusnya tidak perlu dikeluarkan.(Iskandar/Ismail)