Nyalon Bupati, Toto Tunggu Hasil Pileg 2024

0
46

KUNINGAN, (KC).-
Kendati pada pesta demokrasi pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak tahun 2018 lalu, Toto Taufikurohman mencalonkan sebagai bupati berpasangan dengan calon Wakil Bupati Yosa Octora. Tapi di pilkada 27 November 2024 mendatang, masih belum bisa memastikan akan bertarung lagi atau tidak.
Mantan direktur Rumah Sakit (RS) Kuningan Medical Center (KMC) Kuningan tersebut, akan menunggu terlebih dulu petunjuk sekaligus penunjukan dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Karena dalam proses pencalonan tidaklah sembarangan tapi didasarkan berbagai faktor.
“Kalau ditunjuk oleh partai, baru saya mencalonkan. Namun penunjukan itu sendiri, pasti didasarkan pada pertimbangan kesempatan dari sisi kapasitas, elektabilitas, popularitas dan sebagainya,” kata Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PPP Kabupaten Kuningan, Toto Taufikurohman, Selasa (18/1/2022).
Menurutnya, untuk pencalonan sebagai bupati atau wakil bupati itu sendiri, tidak lepas dari hasil pertarungan pemilihan legislatif (pileg) pada Februari atau Mei 2024 mendatang. Karena jika bisa sampai bertambah secara signifikan, akan memberikan peluang dan kesempatan yang cukup besar.
Sedangkan target di era kepemimpinannya sebagai ketua DPC PPP periode 2021-2025 adalah adanya perwakilan partainya yang menjadi pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) karena sementara ini baru ada empat orang atau satu fraksi saja. Serta ada pula, kader yang menjadi pimpinan eksekutif baik bupati maupun wakil bupati.
“Saya tidak memikirkan diri sendiri tapi kebesaran partai sebab ingin ada perwakilan yang menjadi pimpinan dewan dan eksekutif,” ucapnya.
Sementara itu, dalam pelaksanaan pilkada 2024 mendatang akan dipengaruhi oleh banyaknya putra mahkota partai atau kader-kader yang berpotensi mencalonkan/dicalonkan sebagai kepala daerah. Dan berdasarkan isu yang beredar, para tokoh partai yang kemungkinan bertarung dari internal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) adalah H. Acep Purnama (sekarang bupati), H.M. Ridho Suganda (wakil bupati), Rana Suparman (mantan ketua DPRD) dan Hj. Ika Siti Rahmatika (ketua Tim Penggerak PKK).
Lalu, internal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) meliputi K.H. Ujang Kosasih (ketua DPC PKB), Yanuari Prihatin (anggota DPR RI) dan satu kader yang masih dirahasiakan. Sedangkan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) ada H. Dede Ismail (wakil ketua DPRD dan ketua DPC Gerindra).
Internal Partai Golongan Karya (Golkar) memiliki putra mahkota Asep Setia Mulyana (ketua DPD Golkar) dan H. Dudi Pamuji (anggota DPRD Provinsi Jawa Barat). Partai Keadilan Sejahtera (PKS) memiliki Hj. Kokom Komariah (wakil ketua DPRD) dan PPP ada Toto Taufikurohman (ketua DPC PPP). Ditambah Partai Amanat Nasional (PAN) yang mempunyai kader H. Udin Kusnedi (anggota DPRD).
Sedangkan calon bupati dari non partai politik tapi sudah menyatakan kesiapannya untuk bertarung di pilkada tahun 2024 adalah mantan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) sekaligus Dosen Universitas Kuningan (Uniku), Hj. Heni Susilawati. Dan mantan Kapolres Kuningan, Purn, Kombes, Hj. Yoyoh Indayah. (Yan/”KC”)