Hamparan Sampah Penuhi Pesisir Pantai Dadap

0
41
HAMPARAN sampah didominasi sampah plastik menumpuk dan menutupi bibir pantai pesisir Desa Dadap, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu, Senin (17/1/2022).* Udi/KC

INDRAMAYU, (KC Online).-

Hamparan sampah memenuhi pesisir pantai Desa Dadap, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu. Hamparan sampah ini membentang di sepanjang pesisir Dadap di sekitar Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Ngupaya Mina. Kondisi ini menimbulkan bau serta pemandangan tak sedap.

Sampah tersebut didominasi oleh sampah plastik. Sampah-sampah itu pun sebagian telah tertanam dalam lumpur dan pasir pantai. Hal itu menunjukkan sampah tersebut telah berada di lokasi itu dalam waktu yang lama.

Hamparan tersebut menjadi pemandangan rutin warga sekitar. Sampah tersebut di antaranya merupakan sampah kiriman dari pemukiman warga, selain itu berasal dari sungai kemudian bermuara ke laut dan dihempas ombak ke tepi pantai.

Udin, salah satu warga setempat mengatakan, gunungan sampah yang menutupi hampir seluruh tepi pantai ini sudah berlangsung lama, sampah-sampah tersebut umumnya terbawa arus air laut.

“Sampah ini sampah kiriman, sampah yang berserakan di pantai Dadap itu sudah berlangsung lama hampir tiga tahunan yang dibiarkan,” ungkap Udin.

Udin melanjutkan, sampah di sepanjang pantai Dadap terus menumpuk seiring belum adanya penanggulangan sampah oleh Lingkungan Hidup, Kabupaten Indramayu. Akibat sampah itu, lanjut Udin, air di pantai Dadap juga menjadi keruh dan mengeluarkan bau tak sedap. Sehingga membuat pantai Dadap tak sedap untuk dipandang mata.

“Hingga saat ini belum terlihat aktivitas petugas kebersihan untuk membersihkan tumpukan sampah tersebut.  Padahal sampah sudah menumpuk,” ucap Udin.

Karena itu, Udin sebagai nelayan merasa sangat terganggu dengan kondisi tersebut karena selain kotor juga menebarkan bau tidak sedap. Dia merasa khawatir, karena sampah yang memenuhi bibir pantai Dadap akan mencemari lingkungan sekitarnya.

“Kami  berharap ada perhatian khusus dari dinas terkait, jangan dibiarkan saja karena sudah bertahun-tahun tidak ada tindakan,” tuturnya.

Sementara Kuwu Desa Dadap, Asyirqin Syarif Wahadi, mengatakan, sampah yang terhampar di pesisir pantai Dadap bukan berasal dari masyarakatnya. Dia mengatakan, sudah menyediakan tempat pembuangan sampah sehingga warganya membuang sampah ke tempat tersebut. “Kalau yang di pantai itu sampah kiriman, bukan dari Desa Dadap,” tegasnya.

Diungkapkan dia, desa yang dipimpinnya itu berada di ujung wilayah sehingga langsung berhadapan dengan laut. Karena itu, desanya menjadi muara dari sungai-sungai desa lainnya. Sampah dari sungai-sungai lain itulah yang akhirnya mengalir dan memenuhi pantai Dadap. 

Dia berharap, sungai-sungai di setiap perbatasan desa bisa dipasang saringan sampah sehingga setiap desa menjadi tahu sampah warganya masing-masing. Dan mereka pun memiliki tanggung jawab untuk membersihkannya.(Udi)