Usai Jalani Karantina, Akhirnya Rokaya Pulang ke Rumah

14
Ist/KC TKW asal Desa Eretan Wetan, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, Rokaya didampingi Koordinator Dept Advokasi SBMI Nasional, Juwarih saat berkunjung di Kantor Direktorat PWNI dan BHI Kementerian Luar Negeri di Jakarta, Kamis (13/1/2022).*



INDRAMAYU, (KC Online).-

Setelah menjalani karantina di Wisma Atlet, tenaga kerja wanita (TKW) asal Desa Eretan Wetan, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, Rokaya (40 tahun), bisa pulang ke rumahnya, Kamis (13/1/2022).

Namun sebelum pulang, Rokaya menyempatkan berkunjung ke Kantor Direktorat Perlindungan Warga
Negara Indonesia Dan Badan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI, Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), dan Sekretariat Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Nasional.

Kedatangan Rokaya ke tempat itu, karena ingin menyampaikan langsung terima kasih kepada pemerintah, yang membantu kepulangannya ke tanah air dari Arbil, Irak.

“Saya bersyukur dan Alhamdulillah akhirnya bisa kembali berkumpul dengan keluarga. Rasanya senang sekali dapat
bertemu mereka,” kata Rokaya di kantor Direktorat PWNI dan BHI Kementerian Luar Negeri, Kamis (13/1/2022).

Menurut Koordinator Dept Advokasi SBMI Nasional, Juwarih, Rokaya menyampaikan banyak terima kasih kepada kedua kantor perlindungan PMI tersebut, karena bisa pulang dan dibebaskan dari denda yang harus ditanggungnya sekitar Rp 50 Juta.

Rokaya pun diingatkan, agar kejadian yang menimpanya di Irak bisa menjadi pelajaran berharga. Termasuk bagi calon pekerja migran Indonesia (PMI) lainnya, yang hendak bekerja ke luar negeri.

Kemudian para calon PMI diminta untuk menghindari praktik penyaluran tenaga kerja secara “unprosedural”,  guna menghindari kejadian yang tidak diinginkan.

“Tadi Rokaya sudah dijemput keluarganya dari Wisma Atlet. Dia terlihat sangat gembira dan senang,”  ujar Juwarih.

Seperti diberitakan sebelumnya, melalui rekaman video berdurasi 1.49 detik Rokaya mengabarkan sedang sakit parah di tempatnya bekerja. Dia mengatakan, jika dirinya tidak tahan lagi dengan sakit yang dideritanya, karena leher hingga kepalanya semua terasa sakit. Dia pun berharap Presiden Joko Widodo bisa membantu pemulangannya ke tanah air. Hingga akhirnya Rokaya bisa pulang ke Indonesia, pada Jumat (7/1/2022), meski dengan membeli tiket secara pribadi. Karena majikan dan agency enggan membiayai kepulangan Rokaya ke Indonesia. Mengingat Rokaya hanya bekerja selama 1 tahun atau tidak sesuai dengan kontrak kerjanya selama 2 tahun.(Udi)