Titik Nol Kilometer Majalengka Terabaikan

23

MAJALENGKA, (KC Online).-
Masyarakat Majalengka banyak yang tidak tahu titik nol kilometer Kabupaten Majalengka. Lokasinya ternyata berdekatan dengan warung bakso Jl. KH Abdul Halim atau dekat kantor Cabang Bank BRI Majalengka. Di sini terdapat tugu kecil monumen titik nol.
Dibuat dengan cor semen setinggi kurang lebih 80 sentimeter, penanda titik nol kilometer berwarna putih dengan aksen warna hijau dan kuning di bagian atasnya.
Di penanda titik nol kilometer ini juga terpampang sebuah tulisan CN 53 di bagian atas, MJL 0 di bagian kiri dan SMD 47 di bagian kanan.
Jika dilihat dari sejarahnya, penanda titik nol kilometer Majalengka ini sudah ada sejak zaman Belanda.
Nana Rohmana, Ketua Gruop Madjalengka Baheula mengatakan, titik nol kilometer ini awalnya dibangun dekat dengan sejumlah bangunan penting.
“Titik 0 km dibangun sebagai pertanda awal dibangunnya suatu kota atau wilayah. Biasanya berada dekat dengan kantor pos, gedung pemerintahan atau pusat kota misalnya pendopo atau alun-alun,” ujarnya.
Pria yang akrab disapa Kang Naro ini mengungkapkan, lokasi penanda titik nol kilometer Majalengka yang saat ini berada di samping sebuah warung bakso ini menandakan jika dahulu Belanda pertama kali membangun Majalengka di lokasi tersebut.
“Titik 0 km Majalengka berada dekat kedai bakso, di depannya terdapat kantor BRI cabang Majalengka yang sudah ada sejak zaman kolonial. Kenapa 0 km berada disitu? Mungkin pemerintah kolonial menandakan bahwa di sekitar situ adalah tempat pertama kali Belanda membangun kota,” ucapnya.
Kang Naro juga mengomentari soal letak penanda titik nol kilometer Majalengka yang sulit terlihat oleh masyarakat.
Menurutnya, sudah seharusnya Majalengka memiliki tugu peringatan nol kilometer seperti daerah lain. Sementara saat ini, Pemkab Majalengka baru selesai membangun sebuah tugu di depan Gedung Juang.
Namun tugu tersebut bukanlah tugu nol kilometer, melainkan tugu patok 0,370.
“Ya gak pantas kalau dibandingkan dengan kota lain yg mempunyai tugu peringatan 0 km. Mudah-mudahan di kita juga diperhatikan lah untuk dibuat tugu 0 km. Cuma saya lihat memang tempatnya sempit, kalau mau dibikin harus di seberangnya, depan kantor BRI,” jelas dia.
Sulitnya dilihat oleh pengguna jalan diakui oleh warga Desa Karayunan, Kecamatan Cigasong, Kabupaten Majalengka, Oki Kurniawan. Menurutnya, bagi orang yang baru pertama kali atau baru singgah ke Majalengka, tidak akan mungkin mengenali tugu tersebut sebagai nol kilometernya Majalengka.
“Iya awalnya saya juga gak tahu, tapi karena dikasih tahu masnya, ya saya juga ingin lihat, ternyata iya itu tugu,” kata Kiki.
Kiki yang sehari-hari bekerja sebagai karyawan swasta ini mengaku, meski setiap hari dirinya sering melintasi Jalan KH Abdul Halim, namun Ia tidak pernah melihat keberadaan penanda titik nol kilometer.(Jejep/KC)