Setelah Didemo, Sudah Sebulan Kuwu RN Belum Ngantor

11
Supra/KC AKTIVITAS di kantor Desa/Kecamatan Lemahabang Kabupaten Cirebon, Kamis (13/1/2022).*

CIREBON, (KC Online).-

Pemerintah Desa Kecamatan Lemahabang Kabupaten Cirebon mendukung langkah masyarakat dengan melaporkan kuwu desa setempat RN ke pihak kepolisian. Laporan tersebut berdsarkan atas dugaan belum membagikan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD).

Sekretaris Desa (Sekdes) Lemahabang, Didi Heriyanto mengatakan, sejak masyarakat mendatangi balai desa hingga sekarang ibu kuwu belum ngantor. “Hampir sebulan kuwu tak berangkat ke balai desa tanpa alasan yang jelas,” katanya saat ditemui KC di balai desa setempat, Kamis (13/1/2022).

Pria yang biasa dipanggil Didi ini menjelaskan, pihak desa dan masyarakat telah berupaya mencari yang bersangkutan dengan mendatangi rumahnya. Namun tak ada di tempat.

“Adanya informasi masyarakat yang telah melaporkan ke polisi, kami sangat mendukung. Karena hingga saat ini yang bersangkutan belum membagikan BLT DD Desember 2021. Kasihan masyarakat yang mendapatkan program tersebut,” jelasnya.

Ketika ditanya berapa uang BLT DD Desember 2021 yang belum dibagikan, Didi menjawab, sekitar Rp 46 juta. “Pada akhir November 2021 uang tersebut telah cair, namun hingga sekarang belum dibagikan. Sehingga warga bergejolak dan mendatangi balai desa pada beberapa waktu lalu,” ucap Didi.

Sementara Ketua BPD setempat, Mohammad Soleh. Desakan masyarakat untuk mundurnya kuwu RN dari jabatannya telah dikonsultasikan dengan pihak kecamatan dan hasilnya akan dibuatkan berita acara mengenai hal tersebut.

“Setelah berita acara dibuat, kami ajukan ke kecamatan dan kabupaten. Kemudian langkah berikutnya menunggu hasil dari pihak terkait,” ungkapnya belum lama ini.

Pria yang biasa dipanggil Soleh ini menjelaskan, sebagai mitra pemerintah desa tentu sudah berupaya maksimal untuk memberi saran pada kuwu untuk melaksanakan tugas dengan baik. Salah satunya segera mungkin membagikan BLT DD, akan tetapi yang bersangkutan terkesan kurang mengindahkan, sehingga warga melakukan aksi di balai desa.

“Tindakan kuwu sudah keterlaluan, dengan belum membagikan BLT DD. Saat warga datang ke balai desa mempertanyakan BLT DD pekan lalu, kuwu menjanjikan Senin (20/12/2021) akan membagikannya, tapi pada hari yang ditentukan tak terealisasi, sehingga warga mendesak kuwu mundur dari jabatannya,” jelas Soleh.

Sedangkan Kepala Seksi (Kasi) Pemerintahan Kecamatan Lemahabang, Mustaqim menuturkan, desakan masyarakat mengenai mundurnya kuwu RN dari jabatan telah ditindaklanjuti pihak kecamatan dengan melaporkan ke kabupaten. “Kami masih menunggu hasilnya dari laporan tersebut,” tuturnya.

Ketua Ketua FKKC Kecamatan Lemahabang, H Eman Sudirman mengharapkan, yang bersangkutan segera menyelesaikan permasalahan tersebut. “Kami hanya sekadar memberikan saran pada Ibu Kuwu agar secepatnya permasalahan tersebut diselesaikan dengan datang ke balai desa dan menjelaskan pada warga,” ungkapnya.

Kuwu Desa Wangkelang kecamatan setempat ini menuturkan, FKKC kecamatan sangat prihatin dengan kejadian yang menimpa Desa Lemahabang. Namunhal itu dikembalikan pada masyarakat dan kuwu itu sendiri.

“Bila ada anggaran yang belum direalisasikan, segera mungkin dilaksanakan. Kalau bisa lakukan dengan kekeluargaan secara musyawarah untuk mendapatkan solusi terbaik,” pungkasnya.

Sekadar informasi, Desember 2021 warga Desa Lemahabang mendatangi balai desa setempat untuk menuntut kuwu RN mundur dari jabatannya, karena belum membagikan BLT DD dan diduga telah menikah siri sebelum masa iddah selesai.(Supra)