Durian Perwira Sidawangi, Tebal dan Legit

11

MUSIM durian di Kecamatan Sindangwangi, Kabupaten Majalengka sudah hampir mencapai puncak musim. Bagi penggemar durian bisa berburu durian lokal dan durian “perwira”, durian khas Sindangwangi.
Pedagang durian saat ini, tidak hanya menjajakan kios-kios permanen.
Namun, sudah banyak yang dijual di bakulan di sepanjang jalan mulai Desa Lengkong Kulon hingga buah kapas, yang dijajakan oleh ibu-ibu hingga kakek-kakek.
Di pedagang bakulan pun, konsumen bisa membeli eceran seperti halnya di kios-kios durian, dengan harga yang bervariasi. Mulai Rp 40.000 hingga Rp 100.000 untuk durian berukuran besar seperti montong Thailan dan montong bawor.
Hanya di beberapa kios konsumen juga bisa membeli durian kupas yang sudah dikemas dalam pak plastik dengan dua ukuran. Ukuran kecil dijual seharga Rp 30.000 dan ukuran besar seberat sekitar 1 kg dijual seharga Rp 50.000 per pak.
Iin seorang pedagang durian mengungkapkan, harga durian tahun ini tetap mahal walaupun di puncak musim. Alasannya, musim tahun ini pembuahannya kurang serta didera musim penghujan. Sehingga, ketika buah mulai menua dan menjelang matang, malah muncul daun muda.
Kondisi ini tidak hanya mengakibatkan pembuahan yang kurang baik namun juga berdampak pada rasa durian.
“Durian, perwira sekarang pembuahannya minim. Makanya, dijual kiloan dengan harga Rp 70.000 per kg,” ungkap Iin.
Keunggulan durian perwira menurutnya adalah, rasanya lebih legit dan ketika benar-benar matang sedikit berasa beralkohol. Daging cukup tebal bahkan cenderung berbiji kecil atau lebih banyak daging. Warna durian kekuningan.
“Durian perwira sulit ditemukan di pedagang lain. Adanya, hanya di beberapa tempat terutama yang memiliki pohon,” kata Iin.
Pedagang durian lainnya Janut dan Tatang mengungkapkan, durian perwira biasanya sudah dibeli oleh para pelanggan khusus. Konsumen durian perwira sudah memesan jauh hari, sehingga ketika durian perwira datang dari petani, tinggal mengirim kepada pemesan atau diambil langsung oleh pemesan.
Harga durian menurutnya walaupun puncak musim tetap mahal, seperti halnya hari-hari biasa saat tidak musim. Hanya menurut Janut dan Tatang, walaupun puncak musim durian lokal, durian luar tetap banyak.
Durian dipasok dari Wonosobo dan Sumatera, karena jika mengandalkan durian lokal tidak akan bisa memenuhi kebutuhan konsumen.
Tatang dan Janut, di kiosnya menyediakan juga durian kupas yang sudah diekemas pak plastik beragam ukuran. Dia menjamin durian kupas pun manis dan legit, karena katanya durian yang tidak manis atau apkiran dikirim ke pedagang es krim.
Dalam sehari durian kupas terjual hingga puluhan pak. pembeli datang langsung ke kiosnya dan terkadang dinikmati di kios.
Yuyun dan Novi asal Desa Sindangwangi misalnya sengaja datang ke kios durian milik Marja, untuk menikmati durian kupas. Dia tidak membeli di petani walaupun rumahnya dekat dengan petani durian.
“Kalau beli di petani jarang dikasih karena sudah dikirim ke kios. Lagian kalau beli di petani tidak bisa dicoba, ketika rasanya dingin tidak bisa diganti tetap harus dibeli. Kalau di kios kan ketika rasanya kurang enak bisa diganti dengan yang lain. Yang dingin tidak dibayar,” ungkap Yuyun.(Tati/KC)