TKI yang Pulang Kampung Harus Diisolasi di Jakarta dan Rumah

14

KUNINGAN, (KC Online).-
Mau atau tidak mau, Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dari seluruh daerah di Indonesia termasuk warga Kabupaten Kuningan yang akan pulang ke kampung halamannya, harus diisolasi terlebih dulu di Jakarta atau Surabaya selama 10 hari. Dan ketika tiba di daerah asalnya, mesti melakukan karantina serupa, minimal empat hari.
“Kebijakan Menteri Kesehatan (Menkes) RI seperti itu. Semua TKI yang hendak pulang kampung harus dikarantina di Jakarta dan dilanjut di kediamannya,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kuningan, Hj. Susi Lusiyanti melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, H. Denny Mustafa, Rabu (12/1/2022).
Ia berharap, jangan sampai warga Kota Kuda terpapar virus Corona jenis Omicron yang tingkat penularannya lebih cepat dan berbahaya dibandingkan varian virus Covid-19 lainnya. Sehingga sampai saat ini, pemerintah daerah (pemda) terus melakukan upaya-upaya nyata berupa testing dan tracing serta vaksinasi.
Sedangkan di tingkat pusat sendiri, juga dilakukan penanganan yang cukup ketat. Sebab, TKI atau warga yang telah berpergian ke luar negeri, dari mulai pintu masuk imigrasi, sudah dilakukan testing, tracing dan karantina berlapis.
Begitu pula di provinsi, karena KKP atau dinkes provinsi akan memberikan notifikasi untuk observasi lanjutan terhadap mereka.
Maka dari itu, seluruh masyarakat, diimbau untuk tetap membiasakan diri dan disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan (prokes) sesuai anjuran pemerintah. Baik selalu mengenakan masker ketika keluar rumah atau beraktivitas, rajin mencuci tangan menggunakan sabun, menghindari kerumunan, menjaga jarak aman, mengurangi mobilitas dan hal penting lainnya.
“Meski sampai sekarang ini, belum ada satu warga pun yang diinformasikan terkena virus Corona jenis varian Omicron dan kasus Covid-19-nya telah melandai. Tapi, kita semua harus tetap waspada dan selalu disiplin dalam menjalankan prokes karena ancaman virus Corona, masih ada,” ucapnya.
Disinggung capaian vaksinasi, Denny menyebutkan sudah 72 persen bahkan berdasarkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) mencapai 81 persen dan hal itu akan terus ditingkatkan. Sebab semakin tinggi capaian vaksinasi, maka herd immunity yang terbentuk pun semakin kuat.
“Vaksinasi untuk anak-anak usia 6-11 tahun pun sudah mulai dilakukan di sejumlah sekolah dan tempat umum karena targetnya adalah 107.000 anak. Sedangkan dosis yang disuntikan, sama dengan kepada orang-orang yang telah dewasa,” ucapnya.(Yan/KC)