Selfi, Siswi SMA IT Akmala Sabila yang Juarai Beragam Lomba Seni

39

CIREBON, (KC Online).

Selfi sebelumnya tak pernah menyangka bahwa bakat seninya akan menghantarkannya memenangi banyak perlombaan. Sejak duduk di bangku SMA, ia telah menjuarai banyak perlombaan. Dari mulai tingkat daerah hingga nasional.

Bakat seninya memang sudah terasah sejak di bangku SD. Selfi awalnya mengaku hanya mencintai kegiatan menyanyi dan mendongeng. Sejak bersekolah di SMA Islam Terpadu (IT) Akmala Sabila Boarding School di Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon, ia mulai menemukan bakat barunya, yaitu berpuisi.

“Saya senang dengan tantangan dan SMA IT Akmala Sabila selalu memberi tantangan baru yang menyenangkan. Para guru di sini selalu optimis sehingga saya pribadi semakin optimis,” ungkap putri dari Bapak Elom dan Ibu Hati tersebut, Rabu (1/12/2021).

Tercatat, sejak tahun 2020, gadis bernama lengkap Selfi Nur Ayu Tri Lestari ini sudah memenangi tujuh perlombaan di bidang seni. Mulai dari lomba menyanyi, mendongeng, dan berpuisi. Tak hanya di tingkat Jawa Barat, prestasinya diakui hingga nasional.

Di tingkat Jawa Barat misalnya, Selfi pernah menjadi juara 1 lomba baca puisi tingkat provinsi di Festival Bulan Bahasa IAIN Syekh Nurjati, Cirebon. Di tingkat nasional, Selfi menjadi juara 3 lomba story telling Bulan Bahasa SMA Labschool Kebayoran, Jakarta.

Diakui Selfi, daftar raihan membanggakan itu berangkat dari dukungan orang tua, serta dampingan khusus dari pihak sekolah. Misalnya dengan adanya program pendampingan intensif dari para guru jelang perlombaan agar siswa siap berkompetisi.

“SMA IT Akmala Sabila sangat mendukung dan memfasilitasi sekali terkait pengembangan bakat. Dari mulai ketua yayasan, kepala sekolah sampai guru sangat peduli dan mendampingi di dalam proses pelatihan sampai dengan perlombaan,” ungkap Selfi.

SMA IT Akmala Sabila di bawah Yayasan Akmala Sabila memang sangat perhatian pada usaha menumbuhkan bakat siswa-siswinya. Kepala SMA IT Akmala Sabila, M. Habib Khaerussani, menegaskan, tradisi para juara memang ditumbuhkan di sekolah ini.

“Tidak ada lomba pun, pembinaan yang kami lakukan satu minggu dua kali. Pelatihnya adalah guru-guru kami sendiri yang profesional dan memiliki prestasi. Kami tidak perlu memanggil pelatih dari luar. Sebenarnya kunci kami yakni mendidik sepenuh hati,” kata Habib.(Fanny/Rilis)