Guru Harus Terapkan Pola Belajar yang Menghasilkan Pendidikan Berkualitas

12
Dok/KC

MAJALENGKA, (KC Online).-

Kegiatan belajar mengajar (KBM) pada masa pandemi harus terus dijaga, dengan menerapkan  protokol kesehatan (prokes). Agar pembelajaran tatap muka (PTM) bisa terus digelar, sehingga KBM bisa lebih maksimal.

Hal itu disampaikan Bupati Majalengka H Karna Sobahi pada acara peringatan Hari Guru Nasional di Gedung Islamic Centre, Kamis (25/11/2021).

Menurutnya, pendidikan tidak hanya akan dirasakan pada hari ini, tetapi berkesinambungan  oleh generasi selanjutnya. Karena semua Ilmu akan bermanfaat untuk ke depan.

“Jadilah guru yang profesional dan semua itu ada di kelas. Kita mengajar karena hubungan komunikasi antara guru dengan siswa menjadi kekuatan dari profesi itu sendiri.  Didiklah dan muliakan anak-anakmu untuk zamannya nanti,” katanya.

Ia mengemukakan, guru merupakan petugas profesi yang berada di barisan terdepan dalam menyelenggarakan kegiatan pendidikan. Kemudian guru merupakan tenaga pengajar dan pendidik yang senantiasa mencurahkan pikiran, perasaan, tenaga dan waktu untuk membantu peserta didik dalam mengembangkan diri. Sekaligus guru sebagai teladan bagi peserta didik, masyarakat dan keluarganya.

“Guru sebagai pendidik untuk menghasilkan karakter dan watak generasi muda di zaman yang serba milenial. Peran guru harus bisa menyesuaikan perkembangan zaman, dengan didasari pola pendidikan yang telah ditetapkan oleh Kemendikbud,” tuturnya.

Bupati meminta kepada semua guru, untuk bisa menerapkan pola belajar yang menghasilkan pendidikan berkualitas dan peningkatan prestasi siswa. Mengingat profesi guru akan mengalami peningkatan peran dalam pendidikan Indonesia di masa depan. Hal ini mengandung makna bahwa peran dan keberadaan guru dalam pendidikan semakin dibutuhkan.

“Perkembangan dan kemajuan teknologi serta produk teknologi, dipastikan tidak akan dapat menggantikan keberadaan seorang guru secara utuh dalam dunia pendidikan,” ujarnya.

Karna menyampaikan, pendidikan anti korupsi akan dimunculkan dalam kegiatan belajar di sekolah.  Ini merupakan pembelajaran dini untuk siswa tentang pemahaman korupsi. Ia pun meminta kepada jajaran Dinas Pendidikan untuk memunculkan lagi kantin kejujuran, yang pernah di programkan pada waktu dulu.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka, Lilis Suliasih mengatakan, peringatan Hari Guru di Kabupaten Majalengka diperingati dengan berbagai kegiatan. Di antaranya seminar pendidikan, pemberian bantuan bagi guru dan sebagainya.(Tati)