Stok Beras di Gudang Bulog Cirebon Semakin Menumpuk

10

CIREBON, (KC Online).-

Pengadaan beras di Perum Bulog Cabang Cirebon sampai dengan tahun 2021 mencapai 33 ribu ton atau dari target prognosis hingga akhir tahun sebanyak 70 ribu ton setara beras.

“Stok beras hingga saat ini mencapai 80 ribu ton. Ini tidak hanya dari pengadaan akhir tahun juga sebagian beras impor tahun sebelumnya yang masih tersimpan di beberapa gudang Bulog Cirebon,” tukas Pimpinan Perum Bulog Cabang Cirebon, Budi Sultika didampingi Wakil Pimpinan Bulog Cabang Cirebon Abdillah Luhur, Rabu (24/11/2021).

Lebih lanjut diungkapkannya, Perum Bulog Cabang Cirebon untuk tahun ini menargetkan prognosis pengadaan sebanyak 70 ribu ton setara beras, atau hanya tercapai 33 ribu ton dari target.

“Pengadaan beras dan gabah tahun ini di luar ekspektasi, dikarenakan keterbatasan space gudang Bulog tidak memungkinkan menyerap lebih besar lagi gabah dan beras,” ungkap Abdillah Luhur.

Dengan ketersediaan beras dimiliki saat ini, Bulog Cirebon memiliki tugas menyalurkannya kepada Ketersediaan Pasokan dan Stabilisasi Harga (KPSH), atau operasi pasar beras medium. Selain itu, cukup untuk memenuhi kebutuhan tanggap darurat bencana.

“Menjelang momen-momen besar seperti Natal serta Tahun Baru (Nataru) biasanya harga kebutuhan bahan pokok selalu mengalami kenaikan. Karenanya, kita memiliki instrumen menggelar operasi pasar, dalam upaya menstabilkan harga berbagai komoditas bahan pokok di pasaran,” katanya.

Terkait dengan pengadaan tahun 2022, Budi mengatakan, meski masih adanya catatan, namun Bulog Cirebon masih tetap akan menyerap gabah dan beras petani.

“Kita lihat memasuki masa panen raya diprediksi berlangsung pada Maret 2022. Selain kita juga akan sama-sama melakukan pemantuan harga gabah dan beras pada tingkat petani, kepada semua pihak kami berharap juga agar bisa memahami dengan kondisi penuhnya gudang kami. Namun, pada dasarnya kita tetap memiliki komitmen menyerap gabah dan beras petani,” tambah Budi.(Epih)