Sekolah Diwajibkan Miliki Brand Produk Unggulan

11
WAKIL Wali Kota Cirebon, Hj Eti Herawati bersama jajaran Disdik Kota Cirebon foto bersama usai memberikan penghargaan kepada sejumlah siswa dalam kegiatan Deklarasi Sekolah Sehat, Ramah Anak, Berwawasan Lingkungan Hidup dan Bersih Narkoba, Kamis (25/11/2021).* Fanny/KC

CIREBON, (KC Online).-

Wakil Wali Kota Cirebon, Hj. Eti Herawati meminta setiap sekolah untuk melakukan program yang telah dicanangkan Dinas Pendidikan (Disdik), yaitu “Sekolah Indah Taman Sehati”. Melalui program tersebut, setiap sekolah di Kota Cirebon didorong memiliki brand produk masing-masing.

Hal tersebut diungkapkan Eti saat menghadiri apresiasi peserta didik berprestasi dan deklarasi sekolah sehat, ramah anak, berwawasan lingkungan hidup, bersih narkoba di salah satu hotel di Kota Cirebon, Kamis (25/11/2021).

“Kita apresiasi teman-teman dari Dinas Pendidikan Kota Cirebon yang sudah menyelenggarakan kegiatan ini,” tutur Eti.

Dijelaskan Eti, peserta didik hari ini kelak akan menjadi pelaku utama dan meneruskan estafet kepemimpinan bangsa di masa yang akan datang. Untuk itu mereka harus dipersiapkan menjadi generasi yang tangguh tidak hanya secara akademik namun juga memiliki talenta. Sehingga mampu menghadapi setiap perkembangan zaman.

“Kami juga meminta agar semua sekolah, baik SD maupun SMP melakukan apa yang sudah dicanangkan oleh Disdik Kota Cirebon, saya yakin dengan kolaborasi semua pihak, program-program unggulan yang dicanangkan Disdik dapat terealisasi dengan sukses,” sebutnya.

Disdik Kota Cirebon sendiri memiliki program unggulan Sekolah Indah Taman Sehati.  “Multidimensi yang dipersiapkan ada sekolah ramah lingkungan, sekolah ramah anak, sekolah inovasi dan lainnya. Melalui program itu pula setiap sekolah di Kota Cirebon didorong untuk memiliki brand produk masing-masing,” tutur Kepala Dinas Pendidikan Kota Cirebon Irawan Wahyono.

Sejumlah sekolah di Kota Cirebon, lanjut Irawan, sudah memiliki brand produk, seperti SMP Negeri 7 Kota Cirebon yang memiliki keunggulan pada aktivitas pertanian dan perikanan. Setiap tiga bulan sekali, sekolah tersebut panen pakcoy. Ada pula jamur dan tanaman lainnya.

“Setiap tiga bulan sekali sebanyak 40 ribu benih ikan ditabur yang hasilnya kemudian bisa dipanen,” tutur Irawan.

Ada pula SD Negeri Pengampon yang memiliki 5 guru agama. Yaitu guru agama Islam, Kristen, Hindu, Budha dan Konghucu.

“Sekolah ini mengembangkan lintas agama dan menjadi contoh kerukunan beragama di Kota Cirebon. Melalui sekolah ini diharapkan bisa menghasilkan pelajar yang memiliki nilai-nilai luhur Pancasila. Sekolah ini sudah memiliki brand yang bagus,” tutur Irawan.

Selain itu, masih ada pula sekolah yang mampu menghasilkan hafidz atau penghafal Alquran serta sekolah yang mengembangkan produk oke oce alias one class one entrepreneur atau satu kelas satu wirausaha.

“Semua akan terus dikembangkan. Sehingga nantinya sekolah-sekolah di Kota Cirebon tidak melulu mempersiapkan peserta didik secara akademik, namun dipersiapkan dengan multitalenta,” ujar Irawan.

Sebanyak 164 Sekolah Dasar (SD) dan 46 Sekolah Menengah Pertama (SMP) didorong untuk memiliki minimal satu brand produk tersebut.

“Program ini dipersembahkan untuk masyarakat Kota Cirebon dan untuk persiapan Indonesia emas 2045,” tutur Irawan.

Melalui program ini pula Irawan berharap bahwa sekolah tidak lagi didefinisikan sebagai sekolah favorit. Namun memiliki brand produk yang dapat menarik minat anak-anak untuk bersekolah di sekolah tersebut.(Fanny)