Permasalahan Semakin Kompleks, Tantangan LPAI Akan Lebih Berat

19
Tati/KC PENGURUS LPAI foto bersama dengan anggota Forum LPAI, usai melakukan diskusi di Aula Kantor Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Kabupaten Majalengka, Rabu (24/11/2021).*

MAJALENGKA, (KC Online).-

Aris Prayuda kembali terpilih sebagai Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Kabupaten Majalengka, pada agenda Forum Daerah II dan Diskusi Publik di Aula Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kabupaten  Majalengka, Rabu (24/11/2021).

Agenda dimulai dengan Diskusi Publik bertema Urgensi Rencana Aksi Daerah Perlindungan Anak Kabupaten Majalengka.

Menurut Aris Prayuda, Agenda Forum Daerah merupakan forum musyawarah tertinggi organisasi LPAI dalam menentukan arah organisasi, kebijakan program, evaluasi organisasi dan estafet kepemimpinan di tubuh LPAI Majalengka.

Sekretaris Umum LPAI Titik Suharyati mengatakan, LPAI sebagai lembaga yang menfokuskan diri pada monitoring dan advokasi bagi pemajuan pemenuhan hak-hak anak di Indonesia.

Ia mengungkapkan, ke depan tantangan LPAI akan lebih berat, karena permasalahan semakin komplek. Sehingga kerja sama atau sinergitas dengan berbagai jaringan akan semakin ditingkatkan. Agar permasalahan anak dapat teratasi dan hak-hak anak bisa terpenuhi.

Bupati Majalengka, H Karna Sobahi mengapresiasi peran LPAI yang tetap konsisten dalam upaya pemenuhan hak anak dan melindungi anak-anak untuk kepentingan terbaik bagi anak.

“Sebagai lembaga independen dan mitra pemerintah daerah, yang terus komitmen memperjuangkan hak hak anak, LPAI Majalengka terbukti dengan tetap menjalankan roda organisasi dan melakukan penanganan secara intensif terhadap anak-anak yang mengalami kekerasan di Majalengka,” tuturnya.

Ia berharap, LPAI Kabupaten  Majalengka bersama pemerintah terus bermitra dengan bersama-sama melindungi dan memperjuangkan hak-hak anak, salah satunya melakukan pendampingan psikososial anak yatim piatu akibat Covid-19 dan korban kekerasan lainnya.(Tati)