Gen Hijau Diminta Tingkatkan Kualitas dan Kuantitas SBL

20
Emsul/KC SEJUMLAH pembina, penggiat Adiwiyata dan pengurus Gen Hijau Kabupaten Kuningan dari berbagai satuan pendidikan siap melaksanakan gerakan peduli lingkungan yang hijau, aman dan nyaman di sekolah masing-masing, seusai dikukuhkan belum lama ini.*

KUNINGAN, (KC Online).-

Pengurus Generasi Hijau (Gen Hijau) Kabupaten Kuningan periode 2021-2024 diharapkan mampu meningkatkan kualitas dan kuantitas sekolah berwawasan lingkungan (SBL) dari berbagai tingkatan pendidikan.

“Pelantikan Forum Musyawarah Sekolah Berbudaya Lingkungan (FMSBL) merupakan bagian dari proses pemilihan kepengurusan Gen Hijau, dengan melibatkan seluruh stakeholders yang peduli terhadap keberadaan sekolah Adiwiyata di Kabupaten Kuningan, di tingkat SD SMP dan SMA. Koordinator FMSBL dan Gen Hijau yang sempat dilantik beberapa waktu lalu, diharapkan dapat meningkatkan kerja sama yang solid disertai penuh ikhlas, dapat  memelihara maupun mengawasi secara langsung perkembangan sekolah Adiwiyata. Sehingga dapat mewujudkan Kuningan sebagai Kabupaten Konservasi,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kuningan, Wawan Setiawan melalui Kepala Bidang Penataan Lingkungan, Sofyan Pamungkas, Rabu (24/11/2021).

Menurutnya,  kegiatan Gen Hijau beserta penggiat Adiwiyata dan SBL di sekolah masing-masing, selain harus mampu menghijaukan lingkungan yang nyaman, aman dan tertib, juga menguasai proses daur ulang. Sehingga barang yang semula tidak berharga, menjadi barang memiliki nilai tambah setelah melalui pengolahan secara baik. Seperti sampah organik yang bisa diolah menjadi pupuk kompos yang  berguna bagi tanaman.

“Sampah organik dan anorganik dapat dipilah dan dipilih untuk didaur ulang. Sehingga akan menjadi barang baru yang memiliki nilai jual. Dalam hal ini diperlukan sentuhan-sentuhan teknologi tepat guna, yang dapat memberikan manfaat bagi kehidupan,” katanya.

Ia mengungkapkan,  ada beberapa hal  yang perlu mendapat perhatian dari  unsur pengurus, pembina dan penggiat Adiwiyata di Kabupaten Kuningan. Antara lain, melakukan tugas dan fungsi secara benar sesuai dengan ketentuan yang sudah digariskan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga DPW Himpunan Penggiat Adiwiyata Indonesia (HPAI). Kemudian menciptakan harmonisasi dalam suasana yang kondusif dan kekeluargaan serta saling menghargai antara koordinator FMSBL, pengurus DPW HPAI dan pihak sekolah.

Selain itu,  bergerak cepat dalam upaya merealisasikan program kerja yang sudah direncanakan guna peningkatan kinerja organisasi.

“Tidak kalah penting, mengambil tindakan yang tepat dan tegas terhadap hal-hal yang dapat merugikan lingkungan, terlebih dalam di lingkungan sekolah. Setiap kebijakan strategis yang akan diambil, harus dikonsultasikan terlebih dahulu Kepada stakeholder terkait, untuk meminimalisir hal-hal yang tidak diinginkan,” katanya.

Pengurus HPAI Kabupaten Kuningan, Ii Wasita, mengemukakan, dalam upaya mewujudkan sekolah bersih, sehat dan hijau perlu dilakukan pemahaman kepada seluruh kelurga besar sekolah. Agar kebersihan di lingkungan sekolah menjadi budaya dalam kehidupan sehari-hari.

“Siswa perlu diberikan pemahaman untuk menanamkan kecintaan terhadap lingkungan,  akhirnya akan menjadi kebiasaan dalam mewujud lingkungan yang hijau, bersih, indah, aman dan nyaman. Sehingga akan terwujud budaya pola hidup sehat dan bersih, yang akan menjadi suatu kebutuhan,” ucapnya.(Emsul)