Peduli Kemajuan Pendidikan, MTs NU Yasmin Bangun Sekolah Tiga Lantai

42
Munir/KC PARA pekerja sedang merancang besi untuk pembangunan MTs NU Yasmin Indramayu, belum lama ini.*

INDRAMAYU, (KC Online).- Komitmen yang tinggi untuk mencerdaskan masyarakat melalui pendidikan adalah bagian dari konsep yang diusung lembaga pendidikan di Blok Nyongat Desa Gunungsari Kecamatan Sukagumiwang Kabupaten Indramayu.

“Semangat dan cita-cita tersebut tidak luntur hingga sekarang dan sejak puluhan tahun silam berdiri,” ujar Asep Saefulloh, pemilik sekaligus pembina lembaga pendidikan RA Miftahussurur, Gabungan Usaha Pendidikan Islam (MI GUPI) dan MTs NU Yasmin (Yayasan Miftahussurur Nyongat) kepada “KC” di kantornya Selasa (24/11/21).

Dituturkan, keinginan untuk memiliki sekolah yang representatif dari jenjang sekolah dini sampai menengah terus bersemayam di hati dan pikiran semua pendiri pendidikan. Sebab pendidikan sangat penting untuk kemajuan dan perkembangan anak-anak ke depan.

“Tanpa pendidikan yang baik jangan harap anak-anak kita menjadi sukses dikemudian hari, ” kata Asep.

Asep menceritakan, untuk memenuhi impian tersebut pihaknya sekarang sedang membangun MTs NU Yasmin dengan tiga lantai. Peruntukannya di samping untuk rombongan belajar siswa juga untuk laboratorium IPA, bahasa, komputer, ruang tata usaha (TU), ruang guru dan kepala sekolah.

Ruangan yang sedang dibangun jumlahnya ada delapan untuk kebutuhan sekolah. Anggaran yang disiapkan, kata Kepala UPTD SDN 1 Sukagumiwang ini, sekira Rp 1 milyar lebih. Anggaran tersebut milik yayasan untuk kebutuhan pembangunan gedung sekolah.

“Memang ada bantuan juga dari pemerintah Provinsi Jawa Barat meskipun nilainya tidak signifikan, ” jelas Asep.

Mantan Ketua MWC NU Kecamatan Sukagumiwang juga menjelaskan, target pembangunan diperkirakan akan rampung sampai pertengahan tahun 2022. Tahun ajaran baru 2022/2023 gedung MTs baru dapat difungsikan untuk kegiatan belajar mengajar (KBM).

Asep juga menambahkan, siswa yang belajar di komplek pendidikannya meliputi siswa RA sebanyak 30 orang, MI ada 150 orang dan MTs jumlahnya baru 30 orang dari kelas tujuh sampai sembilan. “MTs baru berdiri tahun 2016 kemarin jadi siswanya masih belum maksimal, “tagasnya.

Ditambahkan Asep, tantangan masih ada tetapi itu bagian dari motivasi untuk terus menggenjot kemajuan pendidikan di Blok Nyongat. Sarana prasarana terus dibangun sebaik mungkin guna memberi fasilitas nyaman buat siswa.

Siswa tidak dipungut biaya pendidikan untuk belajar di komplek pendidikan tersebut. Siswa belajar gratis tanpa syarat apapun. “Saya hanya berharap dukungan dari semua pihak mudah-mudahan lembaga pendidikan ini dapat bermanfaat, ” pinta Asep.

Tarmidi salah seorang guru di komplek pendidikan membenarkan adanya pembangunan fasilitas pendidikan untuk jenjang sekolah menengah. Bangunan yang direncanakan tiga lantai itu semata untuk sekolah lebih representatif. “Betul mas, ada pembangun gedung baru untuk MTs, ” katanya.(Munir)