Trauma Warga Waled Akhirnya Terjadi, Banjir Bandang Lagi

12
BANJIR bandang wilayah Kecamatan Waled Kabupaten Cirebon, Selasa (23/11/2021).* Ist/KC

CIREBON, (KC Online).-

Kecemasan warga Desa Gunungsari dan Mekarsari Kecamatan Waled Kabupaten Cirebon mengenai banjir bandang di musim hujan akhirnya terjadi juga. Meski tidak menimbulkan korban jiwa dan harta benda, namun berdampak pada terganggunya aktivitas masyarakat dan pengguna jalan.

Menurut Sekretaris Desa (Sekdes) Gunungsari, Aris Suherman, banjir bandang yang terjadi Senin (22/11/2021) malam sekitar pukul 23.00 WIB membuat warga panik dan siaga di depan rumah masing-masing. “Banjir bandang dikarenakan meluapnya Sungai Ciberes karena belum adanya pembangunan tanggul secara menyeluruh,” kata Aris, Selasa (23/11/2021).

Aris menceritakan, banjir bandang yang melanda desa ini dan Desa Mekarsari, hampir setiap tahun terjadi sehingga membuat masyarakat trauma dan cemas. “Kecemasan warga terbukti dengan banjir bandang yang terjadi tadi malam. Meski tak ada korban jiwa dan harta benda, namun aktivitas masyarakat dan pengguna jalan terganggu. Bayangkan, hingga pukul 07.00 WIB, air di jalanan belum surut, sehingga sangat terpaksa warga berdiam diri di rumah,” jelasnya.

Aris menandaskan, banjir yang terjadi dikarenakan meluapnya Sungai Ciberes, sehingga perlu adanya normalisasi sungai secara menyeluruh. ”Memang pernah ada normalisasi untuk meminimalisasi banjir. Akan tetapi hanya bersifat sementara. Karena tanah dari sungai tersebut tak diangkut, sehingga lambat laun kembali masuk sungai,” ceritanya.

Dikatakan Aris, banjir yang hampir setiap tahun terjadi semestinya menjadi perhatian serius dari pihak terkait, khususnya BBWSCC. Namun hingga saat ini belum ada tanda-tanda pencegahan banjir hingga musim penghujan tiba, dan banjir kembali menerjang desa ini.

“Setiap hari warga cemas dihantui banjir, karena sudah memasuki penghujan. Bahkan secara bergiliran warga siaga di pinggir sungai untuk menginformasikan jika air mulai naik,” ujarnya.

Dirinya mengharapkan, BBWSCC segera merealisasikan normalisasi Sungai Ciberes, dengan mengangkut tanah dari sungai tersebut dan DPUPR melakukan normalisasi saluran sekunder. “Kasihan masyarakat yang cemas setiap msim penghujan. Malam hari banyak orang digunakan untuk istirahat, tapi warga desa kami tetap terjaga takut banjir,” imbuh Aris.

Senada dikatakan Sekretaris Desa (Sekdes) Ciuyah, Sutara. Musim penghujan yang mulai turun membuat siaga 1 bagi desa yang menjadi langganan banjir. “Desa Gunungsari, Mekarsari, Ambit, Ciuyah dan Desa Mekarsari merupakan desa yang biasa terjadi banjir ketika penghujan.

Sementara itu, anggota DPRD Kabupaten Cirebon yang berada di Dapil Waled dan sekitarnya, Mad Saleh mengaku prihatin dengan kondisi banjir yang setiap tahunnya menjadi langganan di wilayah tersebut.

Harusnya, kata politisi PKB ini, BBWSCC yang menjadi eksekutor dalam melakukan perbaikan di Sungai Cisanggarung segera tanggap memperbaiki kerusakan sungai. Baik melakukan normalisasi sungai, maupun memperbaiki tanggul-tanggul sungai yang rusak.

“Kewenangannya memang ada di BBWSCC tapi dari eksekutif harusnya tanggap dan berkoordinasi dengan BBWSCC. Itu (banjir, Red) kan sudah menjadi langganan setiap tahun. Kasihan masyarakat sekitar. Informasinya di 2022 akan ada tindakan. Saya harap benar-benar direalisasikan,” desak Mad Saleh.

Sebab, lanjut dia, dengan musibah banjir yang selalu menjadi langganan di wilayah tersebut, menghambat segala aktivitas masyarakat. Baik perekonomian maupun hal lainnya. Jika tidak segara ditanggulangi oleh pihak uang berwenang, tentu perlu dipertanyakan kinerjanya, apalagi sudah ditinjau oleh pihak DPR dan stakeholder lainnya.

“Kasihan masyarakat. Dan sebelumnya sudah ditinjau baik dari pihak BBWSCC, DPR RI, DPRD provinsi dan kami dari DPRD Kabupaten Cirebon. Harapan saya direalisasikan, baik normalisasi sungainya, maupun perbaikan tanggul yang jebolnya juga,” tambah Mad Saleh.(Supra/Ismail/Mamat)