Kuwu Produktif, Kreatif Menggali PAD di Luar ADD

14

INDRAMAYU, (KC Online),- Selain dana desa (DD) dan alokasi dana desa (ADD), desa harus memiliki pendapatan asli desa (PAD) untuk memenuhi belanja kegiatan desa.  Potensi desa yang ada harus digali dan dimaksimalkan sedemikian rupa  guna meningkatkan pendapatan desa.

 Desa yang nol PAD sangat berbahaya karena desa tersebut tidak dapat mengkaper kegiatan desa di luar anggaran DD dan ADD. Selain itu, bagaimana juga dengan administrasinya jika desa tidak ada pendapatan sama sekali.  “Ini harus diperbaiki sesuai kaedah dan aturan yang ada tentang desa,” ujar Kepala Bidang Pemerintahan Desa (Kabid Pemdes) Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kab. Indramayu, A. Sulaeman,

Dia juga menjelaskan PAD dapat diperoleh dari hasil lelang bengkok dan titisara. Pendapatan tersebut dapat digunakan untuk penyelenggaraan pemerintahan desa dan pembangunan desa.  Sesuai dengan amanat  Peraturan Bupati Indramayu Nomor 10 tahun 2020 tentang perubahan atas Perbup 29.3 tentang kewenangan pengelolaan tanah bengkok dan tanah titisara.

“Hasil lelang tersebut bisa juga untuk tambahan siltap kuwu dan perangkat desa, ” terang Sule panggilan akrab.

Sule menambahkan, pengelolaan tata kelola pemerintahan desa yang baik adalah cerminan dari sebuah kepemimpinan, integritas, inovasi dan administrasi yang baik.  “Jika sebaliknya, bagaimana integritas dan kepemimpinannya, ” tegas pria yang lama mengabdi di lembaga wakil rakyat ini.

Sementara  Kepala Seksi Pemerintahan Kecamatan Sukagumiwang, Supendi membenarkan PAD dapat dihasilkan dari hasil lelang tanah bengkok, titisara atau pangonan. Dari pendapatan tersebut selanjutnya ditransfer ke rekening desa. “Kalau itu dijalankan dengan baik maka desa tersebut tertib administrasi, ” jelas pendi.

Untuk selanjutnya, kata Pendi pihak kecamatan akan mendata ulang desa mana saja yang sudah melaksanakan lelang dan yang  belum. Dari data itu nanti ketahuan desa yang belum melaksanakan lelang akan dikasih teguran.

“Saya akan berkoordinasi dengan pak camat untuk menegur desa sekaligus melakukan pembinaan serta pengawasan. Ini adalah wewenang kami, “tegasnya. “Harapan saya semua desa di wilayah Kecamatan Sukagumiwang dapat melaksanakan regulasi tentang tata kelola pemerintahan desa. Termasuk PAD harus digali potensinya untuk kesejahteraan desa, ” ungkap pria asal Kecamatan Kertasemaya ini. (Munir)