Dua Siswa Positif Covid-19, SMPN 3 Leuwimunding Kembali Terapkan Belajar Online

19

MAJALENGKA, (KC Online).-

Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 3 Leuwimunding, kembali memberlakukan pembelajaran secara daring (online) sejak akhir pekan kemarin, setelah ada dua siswa dinyatakan positif Covid-19.

Kepala SMPN 3 Leuwimunding Suteja didampingi Satgas Covid-19 sekolah, Ade Kenedy dan Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan Sri Hati, Rabu (13/10/2021), mengungkapkan kasus itu bermula ketika ada salah satu siswa yang dinyatakan positif, dan diduga terpapar dari orang tuanya yang lebih dulu positif setelah bepergian ke luar kota. Kemudian dilakukan tes PCR terhadap 15 siswa dan 13 guru yang pernah kontak dengan yang bersangkutan. Hasilnya satu orang siswa dinyatakan positif, dengan kondisinya tanpa gejala sehingga tidak terlalu mengkhawatirkan.

“Kedua siswa yang positif tersebut semua OTG, sehingga tidak perlu menjalani perawatan di rumah sakit. Namun  keduanya terus dipantau setiap saat dan diberikan konseling. Maklum di daerah penderita Covid-19 masih dianggap sesuatu yang aneh serta khawatir dikucilkan,” katanya.  

Ia menyampaikan,  pada Senin kemarin, pihak sekolahpun telah mengunjungi siswa yang menjalani isolasi tersebut dan memberikan bantuan vitamin serta sembako, sebagai bentuk perhatian sekolah terhadap mereka.

Kemudian lanjut Suteja, dilakukan sterilisasi di lingkungan sekolah dan ruang kelas dengan melakukan penyemprotan disinfektan. Agar ketika anak sekolah masuk pada pekan depan, semua sudah bersih dan siap digunakan belajar kembali.

“Saya setiap hari siang atau sore terus melakukan komunikasi lewat sambungan telpon dengan siswa-siswa yang dinyatakan positif tersebut, memberikan suport agar mental mereka tidak terganggu. terkadang juga siswanya yang menghubungi saya, karena saya menyarankan mereka jika ada persoalan dengan perkembangan kesehatan atau persoalan lainnya segera menghubungi saya, atau wali kelas dan guru lainnya,” tuturnya.

Sementara itu, untuk membentuk kekebalan kelompok seluruh siswa mengikuti vaksinasi pada Rabu (13/10/2021). Sebanyak 300 siswa di antaranya menjalani vaksinasi dosis 2 dan 236 orang vaksinasi tahap 1.

“Sekarang hampir semua sudah menjalani vaksinasi. Untuk 200 siswa baru tahap 1 selebihnya dilakukan menyusul,” katanya.

Suteja berharap, dengan dilakukan vaksinasi daya tahan tubuh dan kekebalan kelompok bisa lebih kuat. Agar pembelajaran tatap muka bisa dilakukan lebih maksimal.  Sedangkan saat ini selama dua pekan pembelajaran tatap muka dilakukan terbatas, hanya setengah dari jumlah siswa. Mereka pun tidak bebas beraktivitas, karena mereka terikat oleh protokol kesehatan, dengan jam belajar yang dilakukan pagi hari tanpa jam istirahat, serta pulang dan pergi ke sekolah harus dijemput oleh orang tua atau keluarganya.(Tati)