BI Cirebon Musnahkan Rp 4,8 Triliun Uang Tidak Layak Edar

13

CIREBON, (KC Online).-

Untuk meminimalisasi beredarnya uang rusak, Kantor Bank Indonesia (BI) Wilayah Cirebon memberi kesempatan kepada masyarakat agar menukarkan kembali dengan uang layak edar. Bank Indonesia Cirebon sendiri selama periode Januari-September 2021 telah memusnahkan uang rusak sebesar Rp 4,8 triliun.

Kepala Bank Indonesia Wilayah Cirebon, Bakti Artanta mengungkapkan, pembukaan penukaran ini sebagai upaya BI dalam memastikan ketersediaan uang rupiah yang layak edar di masyarakat.

“Sebelumnya pada Maret 2021 penukaran uang lusuh yang beredar di masyarakat sementara kami hentikan karena pertimbangan dimulainya pemberlakuan masa PPKM. Namun, mulai 8 Oktober, berdasar pada surat edaran Bank Indonesia, kami membuka kesempatan kepada kalangan masyarakat untuk menukarkan uang tidak layak edar ke kantor BI Cirebon,” tutur Bakti, Kamis (14/10/2021).

Bank Indonesia Ciebon membuka pelayanan uang rupiah dimulai pada 8 Oktober 2021 di kantor pusat dan 42 kantor perwakilan BI di seluruh daerah, termasuk di BI Cirebon. Di mana dari layanan tersebut terdiri atas layanan penukaran uang rusak, penggantian uang yang telah dicabut, layanan klarifikasi uang rupiah yang diragukan keasliannya.

“Dengan dibukanya kembali penukaran uang rupiah ini, kami ingin memastikan ketersediaan uang rupiah layak edar yang ada di kalangan masyarakat, termasuk juga dalam upaya menyeimbangi dengan kondisi yang saat ini sudah mulai membaik,” ungkapnya.

Berbeda bila masyarakat ingin menukarkan uang lusuh di Kantor BI pusat, diwajibkan mengunakan aplikasi Peduli Lindungi dan melakukan scanning barcode sebagai bukti telah melakukan vaksin minimal dosis pertama.

“Namun di Kantor Bank Indonesia Cirebon masyarakat dapat menunjukkan surat keterangan vaskinasi Covid-19 minimal dosis pertama,” tuturnya.

Sementara bagi masyarakat yang karena kondisi tertentu tidak dapat melakukan vaksinasi, dapat menunjukan surat keterangan negatif PCR dengan masa berlaku 2×24 jam.

“Kami mengimbau kepada masyarakat yang akan menggunakan layanan uang rupiah untuk tetap menjalankan protokol Covid-19,” tambah Bakti.(Epih)