Wakil Bupati : Vaksinasi Bukan untuk Mengobati Covid-19

24
Yan/KC WAKIL Bupati Kuningan, H. M. Ridho Suganda saat menunjau kegiatan vaksinasi yang dilaksanakan oleh Dinas Perhubungan untuk masyarakat umum, Minggu (19/9/2021).*

KUNINGAN, (KC Online).-

Masyarakat diingatkan untuk tidak salah kaprah dan melakukan perbuatan yang membahayakan diri sendiri serta orang lain dalam vaksinasi.

Wakil Bupati Kuningan, H.M. Ridho Suganda, Minggu (19/9/2021) mengungkapkan, kegiatan vaksinasi melalui penyuntikan vaksin Sinovac atau AstraZeneca yang saat ini masif dilakukan pemerintah bukan untuk mengobati virus Corona. Namun untuk mencegah seseorang agar tidak terinfeksi Covid-19. Karena fungsinya guna meningkatkan kekebalan tubuh (imunitas) dari ancaman penularan Covid-19.

Karena itu masyarakat diimbau untuk bersama-sama menyukseskan percepatan program vaksinasi. Karena dengan semakin banyak warga yang divaksin, maka akan terbentuk kekebalan kelompok (herd immunity).

“Untuk  Kabupaten Kuningan  diharapkan pada akhir Desember 2021, sekitar 80 persen masyarakat bisa tervaksin. Sekarang ini sudah mencapai 40 persen,” ujarnya.

Ridho mengemukakan,  mesti telah divaksin, tetapi mungkin saja bisa terpapar virus Corona. Mengingat daya tahan tubuh tiap orang berbeda-beda. Namun kondisi penyakitnya tidak akan terlalu berat, jika dibandingkan dengan orang-orang yang belum divaksin. Sehingga untuk mengantisipasi virus yang membahayakan tersebut, maka seluruh masyarakat harus disiplin mematuhi protokol kesehatan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

“Mengenakan masker ketika keluar rumah atau beraktivitas, rajin mencuci tangan menggunakan sabun atau handsanitizer, menjaga jarak aman, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas harus tetap dijalankan, agar terhindar dari bahaya Covid-19,” ucapnya.(Yan)