Tingkatkan Daya Saing, Pelaku UMKM Harus  Mempertajam Strategi Pengembangan Usaha

24
Emsul/KC SEKRETARIS Kementerian Koperasi dan UKM RI beserta Asisten Deputi didampingi Sekda, H Dian Rahmat Yanuar beserta Kepala Dinas Koperasi UKM Perdagangan dan Perindustrian, U Sukmana, dalam acara pelatihan vocational ekspor impor, di sebuah hotel berbintang Desa Sangkanurip, Sabtu (18/9/2021).*

KUNINGAN, (KC Online).-

Pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Kabupaten Kuningan diharapkan mampu meningkatkan kualitas, manajemen dan produk agar lebih siap dalam menghadapi persaingan di pasar global.

“Dalam hal ini pemerintah daerah (Pemda) melakukan pendampingan dan  evaluasi terhadap pelaku UMKM yang  mengikuti pelatihan vocational ekspor impor produk UKM bersama. Sehingga diharapkan mereka dapat naik kelas dari sisi usahanya. Termasuk dari segi  pemasaran, aset dan pemanfaatan tenaga kerjanya,” kata Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Perdagangan dan Perindustrian (Diskopdagperin) Kabupaten Kuningan, U Kusmana,  dalam kegiatan pelatihan vocational ekspor impor produk UKM bersama, di sebuah hotel kawasan Cigugur dan hotel berbintang di Desa Sangkanurip Kecamatan Cigandamekar, yang berakhir Minggu (19/9/2021).

Ia mengungkapkan,  peserta pelatihan ini merupakan pelaku UKM dari berbagai sektor. Di antaranya  makanan, minuman, sandang, kerajinan, kulit, logam, mesin, elektronik, kimia dan produk lainnya yang berpotensi dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan pasar ekspor.

Mereka mengikuti kegiatan ini setelah dinyatakan lolos seleksi  oleh Diskopdagperin. Selanjutnya UMKM ini akan terus diberikan pembinaan secara terpadu dan  ditingkatkan kemampuan daya saing ekonomi serta didampingi dalam proses pengembangan usahanya. “Pelaku UMKM ini bersinergi dalam jaringan bisnis yang potensial, hingga para pelaku usaha ini dinyatakan berhasil menjadi sebuah UKM mandiri,” ujarnya.

Menurutnya, Kabupaten Kuningan sudah memiliki aplikasi bank data pelaku usaha bernama “Si Badu Mirakyat”. Aplikasi ini telah digunakan sebagai database Diskopdagperin. Di antaranya dalam program pemberian bantuan bagi pelaku usaha mikro (BPUM), bantuan sosial terdampak Covid-19 dengan sumber dana dari pusat dan provinsi.

Disebutkannya, sampai saat ini UKM yang terdaftar pada aplikasi tersebut sebanyak 56.946 UKM, yang didominasi  oleh UKM sektor makanan sebanyak 31.310,  toko modern 101 unit, pedagang kaki lima (PKL) 8.731 orang dan koperasi 675 unit.

Kepala Bidang (Kabid) Koperasi dan Plt Kabid UMKM Diskopdagperin, Sri Ucu Sukmawati, mengungkapkan, awalnya pelaku usaha yang ingin mengikuti pelatihan cukup banyak. Namun Diskopdagperin hanya mampu memfasilitasi 30 peserta dengan berbagai pertimbangan.

“Selama tiga hari pelatihan, mereka mendapat pembekalan dari sejumlah narasumber serta arahan dari Bupati H Acep Purnama dan Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM RI. Untuk materi pelatihan disampaikan narasumber, yakni Asisten Deputi Pengembangan Kapasitas Usaha Mikro, Haryanto, Asisten Deputi Pengembangan Kawasan dan Rantai Pasok Usaha Mikro, Sutarmo dan pemateri lainnya, Siti Heka Budiyani dan Fernanda Reza Muhammad.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kuningan, H Dian Rachmat Yanuar, mengemukakan, para pelaku usaha ini harus merasa bangga, karena UMKM di Indonesia ikut menyumbangkan pertumbuhan ekonomi secara nasional. Sekaligus UMKM ini bisa menjadi salah satu harapan untuk mengurangi jumlah angka pengangguran, karena dapat membuka lapangan usaha baru. Oleh karena itu, agar UMKM memberikan dampak positif tehadap perkembangan ekonomi, hendaknya pelaku usaha harus terus mempertajam strategi dalam pengembangan usahanya.(Emsul)