Orang Tua Siswa Sambut Antusias PTM Terbatas, Emi Suhaemi: Terapkan Prokes yang Ketat

37
Emi Suhaemi, Kepala SDN Margadadi VI Kabupaten Indramayu

INDRAMAYU, (KC Online).- Siswa SDN Margadadi VI Indramayu melaksanakan kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas pada PPKM level 2. Meski demikian siswa yang masuk sekolah wajib memenuhi persyaratan   protokol kesehatan yang ketat.

“Menerapkan Prokes secara ketat mutlak wajib bagi para pendidik maupun siswa siswi di sini,” ujar Emi Suhaemi, Kepala SDN Margadadi VI.

Lebih rinci Emy menuturkan, pembelajaran tatap muka murid  kelas 1 sampai kelas VI di bagi tiga sesi. Masing-masing sesi diikuti 18 siswa siswi dengan jarak kegiatan belajar di kelas sekira 1,5 meter.

Saat ini pun, kata Emi, sekolah sudah sangat siap. Pengalaman saat menggelar PTM terbatas sebelumnya dan menjadi bekal bagi sekolah dalam menggelar PTM saat ini. “Kami juga sudah memiliki izin dari komite, Satgas Covid juga Dinas Pendidikan. In Syaa Allah, SDN Margadadi sudah sangat siap melaksanakan PTM dengan protokol kesehatan yang ketat,” katanya.

Emi mengakui, surat rekomendasi yang dipegang  dari gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 serta pemulihan Ekonomi  No. 34/322/ST.Covid-19 Kec.Im/202. Dan surat rekom dari UPT Puskesmas No.440/900/PKM.MGD/VIII/2021 Kecamatan Indramayu. “Dengan memegang dua surat, maka kegiatan PTM menjadi lebih tenang,” jelas Kasek yang juga alumni pada Sekolah Pendidikan Guru tahun 1984.

Sementara tak hanya pihak guru, para orangtua siswa pun sangat antusias menyambut PTM ini. Menurut orangtua, sistem pembelajaran jarak jauh tak efektif bagi anak-anak.

“Sangat tidak efektif , anak-anak sudah jenuh belajar di rumah. Bahkan ketimbang belajarnya, kebanyakan justru banyak mainnya dengan fasilitas handphone yang mereka gunakan,” ujar Ny Sri Supriyatin, orang tua siswa kelas 3.

Apalagi ujar dia, untuk anak sekolah pemula seperti siswa SD, mereka sangat kesulitan untuk mengikuti pembelajaran secara daring, sehingga tetap harus mendapat pendampingan dari orangtua. “Ya tetap orangtua harus terlibat. Mending kalau orangtuanya ada di rumah, kalau yang kerja kan susah bagi-bagi waktunya,” ungkap Asniah orang tua lainnya.

Yang jelas, kata Asniah, orangtua siswa sangat menyambut baik pelaksanaan pembelajaran tatap muka di sekolah. “Hanya saja pihak sekolah juga harus menerapkan protokol kesehatan dengan baik agar tak terjadi klaster sekolahan,” ujarnya. (Wawan)