Kerusakan Lingkungan Berdampak Merugikan bagi Kehidupan

18
Emsul/KC SEJUMLAH komunitas yang tergabung dalam Sadar Lingkungan Kali Bersih (Saling Kasih) membersihkan Sungai Cisande Kecamatan Kramatmulya yang tercemar limbah dan sampah, beberapa waktu lalu.

KUNINGAN, (KC Online).-

Berbagai kerusakan lingkungan yang terjadi di muka bumi, disebabkan oleh faktor manusia. Hal itu dapat mengakibatkan bencana alam yang merugikan terhadap berbagai aspek kehidupan manusia.

“Kami menyayangkan, hingga saat ini penyebab kerusakan lingkungan dan pencemaran yang terjadi sangat merugikan kita sendiri. Sebagai manusia yang peduli lingkungan seharusnya mengajarkan dan menyadarkan masyarakat, bahwa lingkungan yang kita tempati sekarang ini harus terjaga dengan baik,”

kata Bupati Kuningan, H Acep Purnama, didampingi Sekda H Dian Rachmat Yanuar, dalam puncak acara peringatan Hari Kebersihan Sedunia 2021 atau World Cleanup Day (WCD) serta pemberian piagam penghargaan kepada 17 sekolah Adiwiyata di Desa Manislor Kecamatan Jalaksana, Sabtu (18/9/2021). 

Ia mengungkapkan, gerakan aksi WCD merupakan media untuk  melakukan kampanye dan  penyuluhan dalam meningkatkan kesadaran dan tanggung jawab terhadap kelestarian lingkungan. Sehingga Gerakan WCD dan peringatan Hari Ozon ini hendaknya dijadikan sebagai  momen penting dalam upaya meningkatkan motivasi dan kepedulian masyarakat dalam memelihara lingkungan serta bumi sebagai tempat hidup. Yakni berusaha dengan sungguh-sungguh untuk menyelamatkan lingkungan dari pencemaran sampah/limbah, dengan cara memilih dan memilah sampah dari rumah. Kemudian upaya menghijaukan bumi dengan penanaman  pohon di lingkungan rumah, kantor, sekolah dan lahan-lahan yang tidak produktif menjadi produktif. Sehingga ozon akan tetap bertahan melindungi bumi.

“Oleh sebab itu, para camat agar dapat mendorong  seluruh sekolah di wilayah kerjanya masing-masing menjadi sekolah Adiwiyata, yakni sekolah yang berwawasan lingkungan. Sehingga minimal satu kecamatan satu sekolah Adiwiyata, di tingkat SD/MI, SMP/MTS dan SMA/SMK/MA. Termasuk membentuk bank sampah  di setiap desa,” katanya.

Bupati menyampaikan, pihaknya pun mendorong Dinas Lngkungan Hidup, kecamatan dan dinas terkait lainnya untuk terus bersinergi membangun kebersamaan dan kepedulian. Selain itu berkomitmen dalam  pengelolaan lingkungan hidup serta peningkatan ekonomi masyarakat di masa pendemi, melalui pengelolaan sampah sebagai bahan baku yang memiliki nilai ekonomi. Seperti dengan memilah sampah dari rumah, khususnya sampah yang dapat didaur ulang dan dapat dijual  melalui bank sampah. Ditambah pengelolaan sampah organik menjadi pupuk kompos.

“Pembentukan bank sampah desa/kelurahan dilakukan sebagai upaya menyadarkan masyarakat akan lingkungan yang sehat, rapi dan bersih. Sehingga mengubah sampah menjadi sesuatu yang lebih berguna bagi masyarakat dan memiliki nilai ekonomis,” katanya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kuningan, Wawan Setiawan mengemukakan, pihaknya bersama stakeholders terkait lainnya telah melakukan penilaian sekolah berwawasan lingkungan (Adiwiyata). Mula dari  tingkat kabupaten, usulan untuk tingkat provinsi dan nasional. Sehingga diberikan piagam penghargaan kepada 6 sekolah adiwiyata tingkat kabupaten. Kemudian diusulkan 8 sekolah menjadi calon sekolah Adiwiyata tingkat provinsi dan 3 sekolah untuk ke tingkat nasional.

“Melalui kegiatan hari ini, khususnya kepada masyarakat, para penggiat lingkungan dan sekolah, saya berharap terus berkolaborasi dan bekerjasama mendukung program-program pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten, khususnya dalam pengelolaan lingkungan hidup di Kuningan. Sesuai  tema hari ini, ‘Bergerak untuk Kuningan Bersih, dengan Pilah Sampah dari Rumah dan Saling Kasih (sadar lingkungan kali bersih),” tuturnya.(Emsul)