Gairahkan Minat Baca, Anggota Taman Bacaan Lebah Madu Kunjungi Blok Aryati

25
Tati/KC SEJUMLAH anak dari kelompok baca Lebah Madu tengah membaca buku di alam terbuka, di Blok Aryati Desa Batujaya, Kecamatan Cigasong, Kabupaten Majalengka, Minggu (19/9/2021).*

MAJALENGKA, (KC Online).-

Menyiasati agar  anak-anak tetap membaca buku di tengah  kejenuhan akibat  PPKM, pengelola Perpustakaan Lebah Madu di Blok Sukajaya, Kelurahan Cijati, Kecamatan Majalengka,  berupaya mengajak anggota taman bacaannya ke tempat-tempat yang tengah viral di masyarakat. Sehingga di sana mereka bisa membaca buku dengan sukacita.

Sejumlah anak usia SD duduk diatas rumput kering kawasan hutan di Blok Aryati atau juga banyak orang menyebut Blok Etang, Desa Batujaya, Kecamatan Cigasong. Setelah tamat, dengan bangga serta mata berbinar mereka kembali menceritakan buku yang dibacanya kepada sesama temannya tentang petualangan tokoh dalam cerita.

Setelah tamat membaca buku, mendongeng serta makan makanan ringan yang dibawa pengasuh, mereka diajak berjalan-jalan ke sebuah sudut yang bagus untuk menjadi tempat berfoto. Kemudian mendaki bukit kecil dan berfoto di tempat yang tengah viral di media sosial. Beragam gaya mereka lakukan untuk menjadi sebuah sudut foto yang dianggap unik dan menarik.

“Dengan begitu anak-anak ceria. Bersedia membaca buku karena tempatnya disukai mereka serta kami menyediakan makanan dan minuman,” kata Pengelola Perpustakaan Lebah Madu, Yayan Ahmad Yanto dan istrinya Onih Sulasih, Minggu (19/9/2021).

Menurutnya, cukup lama tidak membawa anak-anak asuhannya berpetualang untuk membaca buku di alam terbuka atau bersepeda, akibat PPKM yang lebih dari setahun yang tidak membolehkan berkerumun. Sebelum pandemi setidaknya dua minggu sekali puluhan anak diajak bertualang kemudian berhenti di sebuah tempat untuk membaca buku.

Sekarang begitu masuk PPKM level 2, Yayan langsung mengajak sejumlah anak untuk bersepeda. Pada Minggu pagi dia berangkat dengan tujuan tempat yang cukup viral di media sosial. Blok Aryati, sebuah tempat yang memiliki retakan tanah cukup dalam yang setiap retakannya persegi empat. Di punggungnya Yayan membawa ransel berisi beberapa buku untuk dibaca anak, keranjang sepeda terisi minuman dan makanan ringan.

Ketika cape karena jalan mendaki mereka berhenti sejenak dan menyandarkan sepedanya mengikuti keinginan anak-anak. Begitu sampai tujuan mereka langsung berlari mencari tempat untuk duduk dan membaca.

“Biasanya kami meminta anak terlebih dulu untuk membaca dan menceritakan kembali bacaannya. Setelah itu mereka kami beri hadiah kecil. Berfoto dimana mereka suka atau kami menunjukan sudut foto yang bagus,”  katanya.

Itu adalah cara Yayan untuk mengajak anak-anak taman bacaan agar menyukai membaca. Buku yang dibaca sesuai keinginannya, yang terpenting baginya adalah anak bersedia membaca buku yang ada di perpustakaanya.

“Alhamdulillah dengan cara begitu anak-anak senang dan mau membaca buku,” katanya.

Kini lebih dari 35 anak yang rutin membaca buku di perpustakaan yang dikelolanya mulai anak TK yang hanya sekedar melihat gambar dan mengeja bacaan, hingga siswa SMP. Ada juga sejumlah ibu-ibu yang datang untuk membaca mencari bahan bacaan yang dibutuhkannya. Di perpustakaannya tersedia lebih dari 500 buku dengan jumlah judul 400 lebih.

Hanya sejak pandemi jumlah pembaca berkurang karena larangan berkerumun. Bagi Yayan dan Onih pun sulit mengupayakan dan mengajak anak untuk membaca. Kini dengan PPKM level 2 mereka kembali mengajak anak untuk aktif bertualang, sambil membawa buku guna meningkatkan kembali minat baca bagi anak-anak asuhannya.(Tati)