DKM Al-Ikhlas dan EEC STKIP Invada Gelar Pembelajaran Bahasa Inggris Gratis

39

CIREBON, (KC Online).-

Sebagai bentuk kepedulian terhadap pendidikan bahasa asing, terutama bahasa Inggris, Himpunan Mahasiswa English Educatiin Community (EEC) Sekolah Tinggi Keguruan Ilmu Pendidikan (STKIP) Invada menggelar kegiatan pembelajaran bahasa Inggris gratis bagi usia PAUD dan anak-anak SD, di Masjid Jami Al-Ikhlas, RW 13 Taman Kalijaga Permai Kelurahan Kalijaga, Senin (20/9/2021).

Ketua DKM Al-Ikhlas, Ustad Azi Abdul Azis mengatakan, pihaknya mensuport kegiatan yang berkaitan dengan keagamaan maupun ilmu pengetahuan,” ujar dia saat pembukaan pada kegiatan dengan tema “EEC Mengabdi 1” tersebut.

Ustad Aji juga menyampaikan terima kasis atas penunjukan Masjid Jami Al-Ikhlas sebagai sebagai tempat kegiatan. Ia menandaskan, bahasa Inggris merupakan bahasa ilmu pengetahuan karena itu perlu dipelajari.

“Ilmu pengetahuan banyak ditulis dalam bahasa Inggris, sehingga kalau ingin menguasai ilmu pengetahuan pelajarilah bahasa Inggris. Tapi kalau ilmu pengetahuan agama maka harus mempelajari bahasa Arab. Meski dalam Islam tidak ada dikotomi antara ilmu bahasa Inggris dan Arab. Jadi kalau bisa kuasailah kedua bahasa tersebut untuk mempelajari ilmu pengetahuan yang lebih banyak,” ajak Ustad Aji.

Sementara itu, Ketua RW 13 Taman Kalijaga Permai, Abdul Hadi mengaku mengapresiasi karena wilayahnya menjadi tempat kegiatan. Bahkan ia meminta kalau bisa setiap kegiatan dipusatkan di masjid sebagai ikhtiar memakmurkan masjid.

“Silakan manfaatkan masjid sebagai tempat pendidikan dan dakwah. Kita butuh SDM untuk memajukan dan memakmurkan masjid dalam pengertian yang luas. Kalau mau memgusai dunia maka kuasailah ilmu agama dan bahasa Inggris,” ungkap Abdul Hadi.

Berkaitan dengan kegiatan tersebut, Abdul Had meminta agar kegiatan tersebut dilaksanakan seminggu dua kali agar lebih mengena. “Sebab, kalau pembelajaran seminggu sekali, anak-anak akan mudah lupa,” harap dia.

Ketua kegiatan EEC Mengabdi 1, Topik Sopian menjelaskan, kegiatan tersebut akan dilaksanakan selama tiga bulan. Adapun pembelajarannya setiap minggu sekali, yakni hari Senin. “Berkaitan dengan usulan Pak RW yang meminta pengejaran dua minggu sekali akan menjadi pertimbangan panitia dan dosen pembimbing,” tambah Topik.(Taufik)