Semua Stakeholder Harus Ciptakan Iklim Demokrasi yang Baik

25
Yan/KC KEGIATAN DP3 yang melibatkan berbagai unsur untuk menciptakan demokrasi yang baik, dipusatkan di Desa Kertayasa Kecamatan Sindangagung Kabupaten Kuningan, Jumat (17/9/2021).*

KUNINGAN, (KC Online).-

Seluruh komponen masyarakat diajak menciptakan iklim demokrasi yang baik dalam pelaksanaan pemilu, yang berlangsung setiap lima tahun. Agar terhindar dari tindakan atau perbuatan buruk, sehingga merugikan berbagai pihak.

“Kita harus bersama-sama menciptakan iklim demokrasi yang baik demi kebaikan bersama,” kata Bupati Kuningan, H. Acep Purnama, Jumat (17/9/2021).

Ia mengungkapkan, upaya bersama di tengah kemajuan teknologi yang semakin pesat ini, setidaknya dapat meminimalisir perpecahan antar warga atau kelompok akibat hasutan hoaks melalui penyebaran informasi yang tidak benar sekaligus tidak bisa dipertanggungjawabkan.

Untuk itu, ia sangat mengapresiasi program Desa Peduli Pemilu dan Pemilihan (DP3) dengan tagline,”Dari Desa untuk Indonesia”, yang diselenggarakan di Aula Desa Kertayasa Kecamatan Sindangagung. Karena dengan adanya kegiatan pendidikan demokrasi, akan tersusun demokrasi yang rapih dan baik.

“Demokrasi desa bisa dipahami sebagai embrio untuk menciptakan penguatan politik secara berkelanjutan demi masyarakat. Karena desa ini area kecil dari sebuah proses interaksi sosial antar peserta dan pembangunan ekonomi, wilayah serta kehidupan berdemokrasi,” katanya.

Menurutnya, program Desa Peduli Pemilu merupakan salah satu program yang dicanangkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pusat  untuk mendorong masyarakat, agar lebih cerdas dan mandiri. Termasuk bertanggung jawab sebagai anak bangsa dalam menyalurkan hak pilih demokrasi, untuk menentukan calon pemimpinnya.

Anggota KPU RI, I Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi menyampaikan, program Desa Peduli Pemilu dilaksanakan  untuk membangun kesadaran politik masyarakat agar menjadi pemilih yang berdaulat. Sekaligus mengedukasi dalam memfilter informasi, sehingga tidak mudah termakan isu hoaks terkait kepemiluan.

Kemudian menghindarkan masyarakat pada praktik politik uang yang sering terjadi menjelang pemilu dan pemilihan, meningkatkan kuantitas dan kualitas partisipasi pemilih serta membentuk kader yang mampu menjadi penggerak dan penggugah kesadaran politik masyarakat.

 “Semoga melalui DP3, desa sebagai demokrasi yang lebih substantif akan terwujud dan tercipta kemandirian sekaligus kecerdasan masyarakat dalam memilih,” ucapnya.(Yan)