UOB Indonesia: Reformasi Struktural Pasca Pandemi Merupakan Kunci Percepatan Pemulihan Ekonomi Indonesia

13

CIREBON, (KC Online).-

PT Bank UOB Indonesia (UOB) memproyeksikan perekonomian Indonesia akan tumbuh setidaknya lima persen di tahun 2022 mendatang, hal ini seiring dengan upaya pemerintah melanjutkan reformasi struktural, menciptakan aliran pendapatan komoditas yang berkelanjutan, memanfaatkan konsumsi domestik yang kuat, serta memanfaatkan konektivitas dengan rantai nilai global.

Demikian terungkap dalam seminar UOB Economic Outlook 2022 yang diselenggarakan secara virtual, Rabu (15/9/2021). Dalam seminar itu, turut hadir Presiden Indonesia H. Joko Widodo, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Deputy Chairman & CEOUOB Wee Ee Cheong, Ekonom UOB Enrico Tanuwidjaja serta Presiden Direktur UOB Indonesia, Hendra Gunawan.

Ekonom UOB Enrico Tanuwidjaja mengatakan, Perekonomian Indonesia diperkirakan akan tumbuh lebih kuat di tengah pulihnya permintaan domestik dan eksternal yang menguntungkan serta didukung kebijakan fiskal dan moneter yang akomodatif, dan belanja infrastruktur yang berkelanjutan.

“Peningkatan vaksinasi secara gencar di Tanah Air juga akan mendorong pelonggaran sejumlah pembatasan kegiatan sosial dan ekonomi domestik. Reformasi struktural pada tahap lanjut yang ditujukan untuk meningkatkan produktivitas dan investasi, peningkatan ekspor bersih, serta upaya menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan akan berperan sangat penting terhadap percepatan pertumbuhan ekonomi Indonesia pasca pandemi,” papar Enirco.

Enirco juga mengatakan, memberdayakan UMKM untuk prospek pertumbuhan Indonesia UMKM merupakan kontributor utama dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia dengan kontribusi lebih dari 60 persen terhadap PDB Indonesia dan lebih dari 97 persen dari total tenaga kerja produktif.

“Pandemi telah mempercepat digitalisasi di Indonesia. Akan tetapi, kecepatan digitalisasi di kalangan UMKM masih lambat. Berdasarkan data UOB, hanya sekitar 15 persen UMKM di Tanah Air yang telah mendigitalisasikan usaha mereka karena sumber daya yang terbatas serta kurangnya literasi digital atau kepercayaan digital,” katanya.

Presiden Direktur UOB Indonesia Hendra Gunawan mengatakan, dengan adanya reformasi struktural utama, pihaknya merasa yakin Indonesia berada pada posisi yang tepat untuk memaksimalkan potensinya dan untuk menarik lebih banyak investasi domestik dan asing.

“Di UOB Indonesia, kami hadir untuk mendukung nasabah kami di Indonesia serta mereka yang ingin berekspansi ke Indonesia maupun ke seluruh kawasan regional dengan memanfaatkan kekuatan jaringan luas UOB Group. Dengan demikian, kami akan membantu berkontribusi pada pertumbuhan berkelanjutan di Indonesia dan di kawasan regional,” ungkap Hendra.

Sementara itu, Deputy Chairman dan CEOUOB Wee Ee Cheong menyatakan lebih mengagumi kemajuan Indonesia di bawah kepemimpinan Jokowi dalam mengatasi pandemi.

“Ke depannya, kami melihat peluang akan muncul di bidang konektivitas, digitalisasi, dan keberlanjutan. Dengan basis kuat yang didukung talenta muda yang memiliki visi panjang, terampil, dan cakap digital, serta daya beli yang kuat, Indonesia akan mampu memanfaatkan peluang ini serta memainkan peran yang penting di kawasan regional,” papar Ee Cheong.

Jokowi dalam sambutan khusus mengatakan, di tengah pemulihan ekonomi, pihaknya mengajak dunia perbankan dan para pelaku usaha untuk segera melakukan ekspansi, mengucurkan kredit dan menggiatkan dunia usahanya.

“Pandemi harus kita jadikan momentum untuk transformasi ekonomi Indonesia. Kita juga akan terus mengembangkan ekonomi berkelanjutan melalui green economy dan blue economy. Selain itu, kita memiliki peluang tumbuh lebih tinggi dengan potensi pasar ekspor masih terbuka lebar, didukung oleh mitra dagang yang mulai pulih pada kuartal kedua. Mari kita manfaatkan semua peluang ini dengan sigap untuk menggeliatkan ekonomi dengan terus menjaga kesehatan agar tercipta pertumbuhan yang berkelanjutan dan merata,” beber Jokowi.(Epih)